PILGUB JATENG
Anggota Panwaslu Karanganyar Belum Terima Honor

KARANGANYAR – Anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Karanganyar belum menerima honor pada 2013. Pasalnya, anggaran operasional penyelenggaraan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng belum cair.

Kepala Sekretariat Panwaslu Karanganyar, Riyadi, mengatakan hingga sekarang, para anggota Panwaslu mulai tingkat kabupaten hingga desa belum menerima honor penyelenggaraan Pilgub Jateng.  Padahal, anggota Panwaslu berjumlah ratusan orang yang tersebar di 177 desa se-Karanganyar.

“Hingga sekarang, kami belum menerima honor yang semestinya dibayarkan setiap bulan,” katanya saat ditemui Solopos.com, Rabu (30/1/2013).

Besaran honor yang diterima anggota Panwaslu Karanganyar bervariatif. Rinciannya, setiap anggota Pengawas Pemilihan Umum Lapangan (PPL) menerima honor senilai Rp400.000/bulan, anggota Panwascam senilai Rp2,5 juta/bulan. Apabila dikomulatif anggaran operasional yang dibutuhkan Panwaslu Karanganyar senilai Rp90 juta/bulan.

Anggaran operasional penyelenggaraan Pilgub Jateng yang dikucurkan Pemprov Jateng pada 2012 senilai Rp240 juta. Anggaran tersebut untuk membiayai operasional penyelenggaraan Pilgub Jateng termasuk membayar honor anggota Panwaslu pada November-Desember 2012. Dari anggaran itu yang dipakai hanya senilai Rp230 juta sehingga tersisa Rp10 juta.

“Sisanya senilai Rp10 juta karena anggaran yang dipakai hanya senilai Rp230 juta,” ujarnya.

Selama ini, anggaran yang dipakai untuk membiayai operasional Panwaslu berasal dari uang pribadi dan sebagian meminjam pihak lain. Pengeluaran biaya pun disesuaikan dengan kebutuhan yang mendesak atau urgent.

Sementara Ketua Panwaslu Karanganyar, Dwi Joko Mulyono, menyatakan pihaknya telah mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karanganyar agar segera menggelontorkan anggaran operasional Pilgub ke setiap daerah. Namun, hingga sekarang belum ada kejelasan terkait kucuran dana tersebut.

Editor: | dalam: Karanganyar |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »