Ilustrasi (JIBI/dok) Ilustrasi (JIBI/dok)
Minggu, 27 Januari 2013 17:16 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/SOLOPOS Sukoharjo Share :

SELINGKUH, Oknum PNS Guru Dimutasi

Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/Sunaryo Haryo Bayu)

SUKOHARJO – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sukoharjo, Bambang Sutrisno menegaskan, pihaknya telah memutasi oknum guru PNS yang diduga berbuat selingkuh. Dia berharap sanksi mutasi itu menjadi pembelajaran bagi guru lain di Sukoharjo karena pihaknya tak segan-segan menjatuhkan sanksi lebih berat lagi.

Selain itu, Bambang berjanji membuka diri terhadap laporan masyarakat. menurutnya, perbuatan asusila tidak pantas disandang dan dilakukan seorang pendidik. “Kedua pelaku perselingkuhan sama-sama diberi sanksi berat. Cuma, guru wanita dimutasi sedangkan PNS lelaki ‘dikandangkan,'” jelasnya. Langkah pertama seperti itu, menjauhkan pelaku dari pertemuan intensif. “Jika masih mengulang ya sanksi lebih berat sudah disiapkan,” tegasnya.

Dijelaskan oleh mantan Kepala Dishubinfokom Sukoharjo, oknum guru itu tertangkap basah saat berbuat asusila dengan pasangannya. Diduga aksi asusila dilakukan di lingkungan sekolah. Dia tak menjelaskan secara rinci tetapi menegaskan, perbuatan keduanya sudah diketahui umum. Kenapa hanya mutasi? Bambang berharap sanksi itu bisa memberi efek jera bagi pelaku.

Informasi yang diperoleh Solopos.com, oknum guru itu diduga berbuat asusila di kamar mandi sekolah. Kedua oknum itu diketahui sudah memiliki keluarga dan aksinya diketahui oleh siswanya sendiri.

Ketua Komisi IV DPRD Sukoharjo, Sudarsono menyatakan, pemberian sanksi bagi oknum pelaku perselingkuhan sudah tepat. “Banyak laporan yang masuk ke kami berbagai persoalan di dunia pendidikan. Mulai kasus perselingkuhan guru, pungutan liar dan peredaran video porno dikalangan pelajar. Kami meminta Disdik mengusut dan lebih tegas dalam memberikan sanksi.”

Anggota Komisi IV DPRD Sukoharjo, Sumarno Budi Pranoto kepada wartawan menambahkan, oknum guru itu bekerja di salah satu sekolah negeri di Sukoharjo. Sumarno menyatakan, sanksi penundaan pangkat dan penundaan tunjangan sertifikasi layak diberikan kepada oknum PNS tersebut. Menurutnya, perbuatan oknum tak mencerminkan dirinya sebagai guru. “Memalukan.”

lowongan kerja
lowongan kerja Infinity, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

Leave a Reply



refresh

Kolom

GAGASAN
Plus Minus Siaran Langsung Kasus Ahok

Gagasan Solopos, Senin (19/12/2016),  Algooth Putranto. Pengajar Ilmu Komunikasi, pernah menjadi analis di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Solopos.com, SOLO — Kasus dugaan penistaan agama (blasphemy) di Indonesia bukan hal yang baru. Delik usang ini sama tuanya dengan sejarah eksistensi…