Nikmatnya Berburu Durian di Kampung Durian, Klaten

Sunarni menunjukkan durian di Dukuh Bagor, Desa Kanoman, Karangnongko, Klaten, yang dikenal kampung durian, Jumat (25/1/2013). (Moh Khodiq Duhri/JIBI/SOLOPOS)Sunarni menunjukkan durian di Dukuh Bagor, Desa Kanoman, Karangnongko, Klaten, yang dikenal kampung durian, Jumat (25/1/2013). (Moh Khodiq Duhri/JIBI/SOLOPOS)

KLATEN – Aroma tanah basah terasa saat Solopos.com bersama rombongan pewarta Klaten menginjakkan kaki di Dukuh Bagor, Desa Kanoman, Kecamatan Karangnongko, Klaten, Jumat (25/1/2013). Kampung yang berada di lereng Gunung Merapi itu memang belum lama diguyur hujan. Aneka tanaman buah dan sayur-sayuran tumbuh subur menjadi sumber penghasilan warga setempat.

Dukuh ini dikenal sebagai kampung durian. Hampir sebagian besar warga kampung ini mendapat berkah saat musim durian tiba. Buah berduri ini banyak ditemukan menggantung pada dahan pohon di setiap pekarangan rumah warga. Buah itu menggantung tidak terlalu tinggi dari tanah sehingga memudahkan untuk dipetik.

Memasuki rumah Sunarni, 57, warga setempat, aroma khas durian menggoda selera. Di pelataran rumahnya tampak dipenuhi buah durian yang baru saja dipanen. Di halaman rumahnya terpampang baliho cukup besar bertuliskan Rumah Durian.

“Silakan memilih sendiri buah duriannya. Saya jamin, durian kami bagus-bagus kualitasnya. Silakan nikmati hingga puas,” ujar Sunarti menyambut kedatangan rombongan dengan ramah.

Aneka jenis buah durian bisa dinikmati di kampung ini. Mulai dari jenis montong yang berukuran bulat besar dengan daging tebal dan manis. Jenis petruk yang berbentuk bulat memanjang dan juga berdaging tebal nan manis. Jenis sukun dengan buah relatif kecil namun memiliki rasa yang tak kalah manis dengan jenis montong dan petruk.

“Kami juga memiliki jenis durian orange yang rendah kolestrol. Ada juga jenis durian mentega yang berwarna emas dengan sedikit sensasi rasa pahit,” jelas Dwiyanto, putra Sunarni sambil memilah-milah jenis durian.

Buah durian di kampung ini dijual jauh lebih murah dari harga pasaran. Satu buah durian dijual dengan harga Rp10.000 hingga Rp60.000 tergantung dengan ukuran dan jenisnya.

“Harganya jauh lebih murah karena buah durian ini langsung dipetik dari pohonnya, tidak perlu melalui perantara pedagang di pinggiran jalan,” tambah Dwiyatno.

Selain bisa menikmati durian secara langsung, pengunjung Rumah Durian juga bisa menikmati segarnya jus buah ini. Cukup dengan merogoh kocek Rp5.000, pengunjung bisa menyeruput segelas jus durian di kampung ini.

Dalam beberapa pekan terakhir, rumah durian milik Sunarni tidak pernah sepi dari pengunjung. Biasanya pengunjung berdatangan secara berkelompok untuk berburu durian yang langsung dipetik dari pohonnya. Dalam sehari paling tidak terdapat sekitar 50 pengunjung yang mampir ke Rumah Durian.

“Kalau hari Sabtu dan Minggu biasanya bisa sampai ratusan pengunjung. Mereka rela antre untuk menikmati rajanya buah ini,” papar Dwiyanto.

Editor: | dalam: Klaten |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »