Jumat, 25 Januari 2013 22:30 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/SOLOPOS Issue Share :

X-FACTOR INDONESIA
Lupa Lirik, Fatin Tetap Banjir Dukungan

Fatin Shidqia Lubis. x-factorindonesia.com

JAKARTA – Fatin Shidqia Lubis tampil kurang sempurna di babak audiensi peserta X-Factor Indonesia fase Boot Camp. Gadis 16 tahun yang sempat menghipnotis juri dengan membawakan lagu Grenade milik Bruno Mars ini pada audisi pekan lalu itu lupa lirik saat tampil dalam grup membawakan lagu Agnes Monica berjudul Rindu.

Pada fase Boot Camp ini peserta dibagi dalam kelompok Boys dan Girls. Kelompok ini masih dibagi lagi dalam dalam kategori 24 tahun ke bawah dan 24 tahun ke atas.

Pada tahap ini kemampuan masing-masing peserta melakukan harmonisasi dengan sesama anggota grup menjadi tantangan. Mereka ditantang menyanyikan lagu yang sudah ditentukan.

Iin, Anisa, Narulisa, Lusi dan Nurul tampil pertama dengan membawakan lagu Butiran Debu.

Sebelumnya pada fase sebelumnya, sejumlah kontestan tampil menonjol.

Penampilan Fatin Shidqia Lubis pada The X Factor episode keempat pekan lalu mendapat pujian. Ramainya pujian membikin siswa SMA ini ‘go international’. Pasalnya, penyanyi Amerika Serikat Bruno Mars pun tertarik dengan penampilan remaja berjilbab ini.

Namun pada fase Boot Camp ini, Fatin tampaknya tak segemerlap pekan lalu. Ia lupa lirik dan tak bisa menyembunyikan ekspersi kegugupan di wajahnya. Pelajar di kawasan Jagakarsa ini pun tak kuasa menahan tangis.

Meski demikian, dukungan atas Fatin tetap tak surut. Melalui jejaring sosial Twitter, para followers Fatin tetap memberi support agar jagoannya itu tak patah arang.

“Walaupun tdi lyrik nya ada yg salah sedikit tapi suara kamu ttep bagus kok dek,” tulis akun @yayanwilyando. Atau juga dukungan dari akun @AaSulaiman2, yang menuliskan “@fshidqia sayang sekali fatin tadi nyanyinya dikit bgt.. tapi suara khasnya tetap tampak. salah lirik tak papa,,,kamu tetap the best,”

 

 

 

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…