DEBAT TV ONE
Sepakat Tetap Dukung Jokowi-Ahok

Logo Debat TV One (Twitter)Logo Debat TV One (Twitter)

Logo Debat TV One (Twitter)

SOLO— Acara Debat TV One yang digelar stasiun televisi TV One, Senin (21/1/2013) malam mengambil tema Apa Kabar Jakarta Baru? berakhir pukul 22.00 WIB. Semua audience dan narasumber sepakat tetap mendukung Jokowi-Ahok sebagai Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk lima tahun ke depan.

Ruhut Sitompul (Partai Demokrat) mengatakan Jokowi-Ahok telah terpilih oleh rakyat melalui Pilkada. “Demokrasi menjunjung tinggi siapapun yang terpilih terlepas dari kekurangannya wajib kita dukung untuk lima tahun ke depan,” jelas Ruhut.

Senada disampaikan Aria Bima (PDIP), Fadli Zon (Gerindra) dan Triwisaksana (Wakil Ketua DPRD Jakarta). Disebutkan Tri, 100 hari untuk mengukur kinerja Jokowi-Ahok terlalu singkat. Menurutnya, masih dibutuhkan waktu lama untuk melihatnya.

Senada disampaikan Aria Bima. Menurutnya, apa yang dilakukan Jokowi-Ahok bukanlah pencitraan. “Itu bukan pencitraan tetapi kinerja yang terekspose oleh media sehingga diketahui public,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tema Apa Kabar Jakarta Baru diambil mengkritisi 100 hari pemerintahan Jokowi-Ahok yang jatuh pada Selasa (22/1) besok. Diskusi yang menghadirkan host Alvito Deanova itu juga menghadirkan tamu-tamu undangan sejumlah tokoh.

Ridwan Saidi (budayawan Betawi) mengaku melihat langsung kerja Jokowi-Ahok. “Dia merespons positif mengenai budaya Betawi. Termasuk layanan lewat SMS. Jadi perubahan itu besar. Semua direspons,” ujarnya.

Hal  berbeda diungkapkan Mustafa A, aktivitis pemuda Muhammadiyah. Dia mengkritisi cukup banyak janji-janji yang dilanggar Jokowi-Ahok. Sebagai contoh program Jakarta Sehat, ternyata fasilitas tak bisa dinikmati.

“Ada berbagai rumah sakit yang menolak dengan layanan kartu sehat. Dia (Jokowi) itu seharusnya berpikir soal banjir, karena banjir itu sudah siklus lima tahunan. Tapi yang terjadi, Jokowi melakukan kegiatan yang membesarkan namanya, bukan untuk kepentingan rakyat. Sudah banyak janji yang dilanggar,” jelasnya.

Andrinof Chaniago, pengamat politik yang juga pernah menjadi tim sukses Jokowi-Ahok, mengapresiasi kritik Jokowi-Ahok. Ternyata, ujarnya, kondisi di lapangan yang ditemui Jokowi-Ahok masalahnya sangat besar.  “Orang yang ingin melakukan perubahan tapi ternyata yang ditemukan lebih dari yang dibayangkan, jadi marahnya Ahok itu menurut saya sebagai cara agar tujuan tercapai. Ada juga yang baik buat rakyat. Misalkan soal efisiensi anggaran.”

Lowongan Kerja
PT. OBOR bidang Consumer Goods, informasi selengkapnya

KLIK DISINI

Editor: | dalam: Peristiwa |

5 Komentar pada “DEBAT TV ONE: Sepakat Tetap Dukung Jokowi-Ahok”

  1. Pardson
    22 Januari 2013 pukul 10:45

    Banjir di Jakarta merupakan musibah karena faktor “cuaca ekstrims” bukan kegagalan dan kelalaian pemerintah. Tetapi peristiwa “lumpur Lapindo” di Sudoarjo,Jawa Timur itu kesalahan dan kelalaian bukan bencana karena faktor alam atau “cuacas ekstrim.”
    Kinerja 100 hari, apa dasar rumusan dapat menilai kinerja pejabat pemerintah yang baru terpilih? Kecuali periode kedua dalam kinerjanya dapat diukur dengan 100 hari. Harusnya yang evaluasi kinerja BPN dan Tata Kota DKI Jakarta, apa toh kinerjanya? Ke mana dana infrastruktur dengan kwalitas kinerjanya seperti membangun jembatan, jalan, terowongan dan lain-lain. Setelah diteliti pak Jokowi terowongan tidak sesuai lagi dengan kubik air dengan besar terowongan saluran air untuk ukuran ibukota. Sehingga dampaknya banjir terus. Seandainya Kepemimpinan bapak Jokowi membangun infrastruktur seperti terowongan saluran air yang besar untuk ukuran Ibukota. Logikanya adakah atau dapatkah 3 bulan membangun, memperbaiki infra struktur HANYA 3 bulan? Bila membuat statemen hendaklah alamiah dan logika? maturnuon!!!

  2. arek suramadu
    22 Januari 2013 pukul 11:59

    Kritisi dari mas Mustofa apa ada korelasinya dengan penolakan Bp. A R waktu masih saat kampanye pllgub DKI yll.yang isinya full mendiskreditkan Jokowi-Ahok,cukup mengagetkan kan biasanya orang sekampung akan mendukung tapi waktu itu malah kebalikan,seolah seperti kompetitornya.
    Ukuran banjir 5 tahunan itu seperti apa sih,kan hanya ilmu kiro kiro saja,Jkt sudah rusak tata kotanya,hujan sedikit banjir diseantero DKI krn tidak ada RTH/resapan.saya rasa langkah Jokowi & programnya adalah terakhir (istilah masy. Bali “perang Puputan”) mari kita dukung sama2,singkirkan ego,saya rasa mungkin tidak ada lagi Gub. DKI sekaliber dia yg. all out untuk kotanya.
    Bahkan sang proklamator Ir. Soekarno telah mewacanakan ibu kota RI di Palangkaraya yg. saat itu masih belantara.

  3. Ar
    22 Januari 2013 pukul 12:06

    idealnya apa yang dikerjakan itulah yang dinilai, bukan hasil kerja orang lain itu yang dinilai….. dan dijadikan alasan untuk mempropagandakan ketidakmampuan orang itu….

  4. haijatuloh
    23 Januari 2013 pukul 01:03

    mustofa banyakan bacot

  5. runyam
    23 Januari 2013 pukul 20:02

    Jokowi sabar pak, perlu diajukan ke dewan pers soalnya, bukan sekali ini tvone dgn M Rizki pewawancaranya berbuat tak ETIS! grounded tvone> berani ga tuh si rizki wawancara ARB dgn gaya dan cara bertanyanya si rizki dgn Pak Gubernur….! dijamin takut dan membungkuk-bungkuk… takut dipecat….

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

Menarik Juga »