STRUKTUR KOMANDO TNI
Panglima TNI Ajukan Pembentukan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan

Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/Antara)Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/Antara)

JAKARTA – Jajaran TNI akan memiliki komando gabungan wilayah pertahanan yang bertugas mengoordinasikan operasi gabungan antarmatra.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengaku mengajukan organisasi baru itu bulan ini. “Kalau tidak Februari atau Maret, komando gabungan itu akan dibentuk,” ujarnya di Mabes TNI Cilangkap, Rabu (16/1/2013). Sebagai awalan, komando akan bertempat di Ibukota dan memiliki jangkauan operasi di seluruh Indonesia.”Satu dulu di wilayah barat, di Ibukota, di Jakarta. Lokasinya di Mabes TNI. Nanti bertahap dibentuk di wilayah timur dan tengah,” tegasnya.

Alasan pembentukan komando gabungan karena kegiatan operasional TNI selama ini tanggung jawabnya di tangan Panglima TNI. “Saya memerlukan salah satu komando wilayah pertahanan untuk memonitor kegiatan operasi,” tegasnya.
Agus menambahkan panglima selama ini juga melakukan pembinaan. Bila komando gabungan terbentuk, maka kewenangan pembinaan akan dilimpahkan ke kepala staf angkatan.

Untuk operasi, lanjut dia, akan ada satu panglima yang mengendalikan seluruh operasi. “Untuk operasi teritorial ada sendiri, operasi perbatasan ada, jadi semua akan terbagi dengan baik. Harapan kami semuanya terkendali dengan baik,” tegasnya. Agus juga menegaskan komando gabungan berbeda dengan komando teritorial. Pasalnya, komando gabungan mengendalikan operasi militer Mabes TNI dan komando teritorial dikendalikan pangdam.

Komando gabungan menurutnya juga urgen karena bisa bereaksi cepat terhadap situasi di daerah. Struktur baru ini akan bertempat di Mabes TNI dan terdiri dari personel AD, AL, dan AU. Wacana pembentukan struktur baru TNI ini mencuat sejak 2008 saat latihan gabungan antarmatra digelar.

Editor: | dalam: Peristiwa |

Berita Terkait

Iklan Cespleng
Menarik Juga »