CAPRES 2014
Farhat Abbas Vs Rhoma Irama, Pilih Mana?

Rhoma Irama-Farhat Abbas (Foto Twitter)Rhoma Irama-Farhat Abbas (Foto Twitter)

Rhoma Irama-Farhat Abbas (Foto Twitter)

JAKARTA—Pengacara, Farhat Abbas dan Raja Dangdut Rhoma Irama telah menasbihkan diri sebagai calon presiden (Capres) 2014 mendatang, meski beberapa parpol belum menunjukkan sinyal positif mengusung mereka.

Soal pencalonan capresnya itu, Farhat Abbas sudah melancarkan ‘perang’ kepada calon pesaingnya, Rhoma Irama, di Pilpres 2014 mendatang. Baik Farhat maupun Rhoma jauh-jauh hari sudah menawarkan jualan mereka.

Dalam catatan detikcom, sedikitnya ada empat hal yang bisa diadukan antara Farhat dan Rhoma. Farhat mengklaim lebih unggul dari Rhoma dari segi kinerja sebagai pengacara. Namun Rhoma dalam beberapa kesempatan menegaskan, dirinya unggul dari segi elektabilitas karena konsernya selalu membeludak.

Kegantengan vs Raja Dangdut
Farhat Abbas akan menjual kegantengannya dalam Pilpres 2014. Hal ini terlihat dari foto pribadinya yang bertuiskan ‘Photo farhat abbas Capres muda terganteng sepanjang sejarah pemilihan Presiden RI, dukung Farhat Abbas Pilpres Indonesia’.

Farhat mengakui dirinya sengaja ‘menjual’ ketampanan wajahnya agar makin dikenal masyarakat luas. “Biar orang ingat saya,” tutur dia. Dengan bangga Farhat menyebut banyak orang yang mengakui ketampanannya.

Bagaimana dengan Rhoma? Pria berusia 65 tahun ini akan menjual statusnya sebagai Raja Dangdut. Dia mengklaim semua warga Indonesia sudah mengenalnya lewat lagu dan penyanyi dangdut. Hal ini terlihat saat konser Soneta di mana pun, selalu dipadati massa.

“Saya rasa masyarakat sangat tahu saya. Setiap konser Soneta di mana pun, lapangan tidak muat. Seperti dalam Pilkada, Soneta tampil di alun-alun, lapangan, selalu tidak mampu menampung massa. Elektabilitas saya tinggi,” kata Rhoma.

Sumpah Pocong vs Perbaiki Akhlak Bangsa
Farhat Abbas punya kebijakan tersendiri untuk memerangi korupsi bila terpilih menjadi presiden di tahun 2014. Dia akan mewajibkan semua pejabat di bawahnya melakukan sumpah pocong agar tak korupsi.

Kebijakan itu juga terpampang di beberapa baliho fotonya dengan tulisan ‘Wajib Sumpah Pocong untuk Tak Korupsi dan Tak KKN’. Farhat menilai hal itu sebagai komitmen pejabat agar tak korupsi.

Dia yakin, sumpah pocong tidak melanggar aturan. Sumpah pocong ini merupakan budaya masyarakat Indonesia. Sumpah pocong itu diberlakukan agar mereka benar-benar taat dan tidak korupsi.

Sementara untuk Rhoma Irama, fokus utama pemerintahannya nanti adalah untuk memperbaiki akhlak bangsa. Dia menilai, masyarakat sudah tak punya akhlak dan budi pekerti.

“Sejak puluhan tahun, saya berkeliling pelosok tanah air, Kalimantan, Papua. Saya kenal bangsa ini. Sekarang akhlak bangsa ini telah terlempar, tidak ada lagi budi pekerti, semua tindakan korupsi, anarkisme, tawuran antar suku terjadi karena tidak adanya akhlak. Itu yang urgent, akhlak yang buruk,” terangnya.

Baliho vs Lagu Dangdut
Meski pemilu 2014 masih cukup lama, Farhat Abbas mulai memasang baliho terkait pencapresannya. Baliho itu mengusung slogan Aku Indonesia dan Majukan seni budaya Indonesia.

Baliho-baliho ini akan dipasang di Jakarta dan kota-kota lain. Pantauan detikcom di Ciputat, baliho itu cukup besar berukuran sekitar 3×8 meter terpampang di Jalan Ir Haji Juanda, dari Lebak Bulus sekitar 100 meter sebelum pasar Ciputat, Tangerang Selatan.

Baliho tersebut memajang foto Farhat Abbas yang mengenakan jas biru dengan latar belakang foto bendera merah putih. Sebuah tulisan berwarna putih cetak besar terlihat jelas “Presiden RI”, tanpa menuliskan tahun. Dan visi yang diusung, Majukan Seni Budaya Bangsa. Di sisi paling atas, tertulis Aku Indonesia.

Rhoma Irama punya cara lain untuk ‘jualan’ program. Dia akan menyebarkan semangat pemberantasan korupsi dan HAM lewat lagu dangdut.

“Lirik-lirik lagu saya menggambarkan visi dan misi saya sebagai anak bangsa untuk persatuan nasional. Saya juga berkomitmen memberantas korupsi dan menghormati HAM,” terang Rhoma.

Rhoma tak sembarang bicara. Rekam jejak lagunya dari album solo hingga album bersama grup musik Soneta ingin mengubah kondisi masyarakat Indonesia menjadi yang lebih baik. Lihat saja lagu Mirasantika yang menasihati masyarakat akan bahayanya minuman keras dan narkotika.

Isu Rasis vs Isu Poligami
Di tengah ‘jualan’ program dan visi misi, Farhat Abbas juga terkenal lewat sensasi. Dia saat ini tengah menghadapi masalah isu rasisme yang berujung pada laporan di kepolisian.

Isu berawal dari tweet Farhat soal Ahok yang diunggah dalam akun twitter @farhatabbaslaw, isinya “Ahok protes, Dasar Ahok plat Aja diributin! Apapun plat nya tetap Cina !”

Lalu, dia diprotes dan dilaporkan oleh pengacara Ramdan Alamsyah yang mewakili Komunitas Intelektual Masyarakat Betawi (KIMB) dan Anton Medan yang mewakili PITI. Farhat telah meminta maaf atas kicauannya dan berharap laporan ke polisi tidak berlanjut.

Rhoma Irama juga kerap diserang dengan isu pribadi. Terutama soal perempuan dan pernikahan siri. Bagi raja dangdut ini, apa yang dia lakukan dengan perempuan sudah sah secara agama. Bukan cacat politik. Rhoma berpoligami sesuai perintah agama.

“Presiden Soekarno juga poligami. Dan itu tidak melemahkan perjuangan beliau untuk bangsa ini,” terang Rhoma.

Rhoma menegaskan, dalam perjalanan hidupnya, ketika berhubungan dengan perempuan, itu dilandasi hubungan yang sah. Tidak ada yang melanggar agama. “Bukan skandal seks seperti Bill Clinton dengan Monica Lewinsky. Jadi itu (nikah siri) bukan suatu aib,” terang Rhoma.

Editor: | dalam: Peristiwa |

32 Komentar pada “CAPRES 2014: Farhat Abbas Vs Rhoma Irama, Pilih Mana?”

  1. 15 Januari 2013 pukul 16:38

    Jelas pilih Rhoma Irama. Karena disetiap rapat pemerintah. Pasti akan ada dangdut. Hidup Bang Haji

    • muhamad sidik
      9 Februari 2013 pukul 01:22

      klo capresya farhat ma wedus roma ,mending indonesia bubarkan saja,

  2. Abdul Qodir
    15 Januari 2013 pukul 20:23

    Aku pilih Rhoma Irama..

  3. sumanto
    16 Januari 2013 pukul 05:47

    sama-sama kerasukan setan….jadi presidennya setan saja..

  4. gun
    16 Januari 2013 pukul 07:39

    .PILIH IBLIS ATAU SETAN?

  5. gun
    16 Januari 2013 pukul 07:51

    PILIH IBLIS ATAU SETAN?

  6. alienz
    16 Januari 2013 pukul 08:26

    rhoma lah farhat mah msh bau kencur,ke kanak-kanakan.

  7. tyo
    16 Januari 2013 pukul 09:41

    saya milih golput

  8. xo
    16 Januari 2013 pukul 10:49

    Bung Farhat, dr pd uangnya d hambur2in buat biaya baliho n biaya2 ndak jelas buat pilpres, lebih baik buat sedekah yatim piatu n orang yg tidak mampu, lebih mulia n bermanfaat. Terima kasih

  9. POCKER
    16 Januari 2013 pukul 12:07

    FARHAT ABAS memang minta digajul congore biar merot, wong ki kalau wedus balab ya kayak gitu wkwkwkwkwkwkk

  10. anton
    16 Januari 2013 pukul 12:43

    Capres Ngaco. Raja Poligami Vs Suami Janda. 11:12.ngak ada yang bisa dipilih sama2 norak.

  11. erna
    16 Januari 2013 pukul 14:29

    golput aja aman….

  12. Elok
    16 Januari 2013 pukul 16:01

    Dicari Pejabat yang tidak korupsi, tidak kolusi, tidak nepotism ,mendahulukan kepentingan rakyat, merangkul dan mencintai rakyat sepenuh hati, selalu dekat di hati rakyat.Mudah2an ADA ya Pemimpin seperti itu ya Pembaca?

  13. Preity Zhinta
    16 Januari 2013 pukul 17:41

    hmm,,,,,pilihan yang sulit.saking sulitnya mending golput aja,,,,,,,,,,

  14. Budeg
    16 Januari 2013 pukul 18:58

    MILIH SULE BIAR HIBURAN TERUSSSSSSSSSS

  15. achmad fauzi
    16 Januari 2013 pukul 19:44

    kl gada calon lain mgkn GOLPUT lbh baik,mau pilih farhat nyleneh,mau pilih bang haji kan dah ada contohnya wkt kmaren PILGUB DKI bang haji baru jd jurkam aja dah menghalalkan sgala cara,contoh: haram hukumnya memilih pemimpin non muslim.

  16. syemprul
    17 Januari 2013 pukul 00:45

    ora pilih kabeh,,pilih JOKOWI ae,,,,seng ora kakean cangkem,,,,,

    • Jokondokondo
      17 Januari 2013 pukul 14:57

      Yak betul Jokowi gak kakean cangkem , sebab emang dia gak bisa apa-apa , Jokowi bisa berhasil karena campur tangan dan disponsori pihak-pihak lain yang “dengan memaksakan” pencitaan seakan-akan jokowi walikota terbaik di dunia. yang baik tuh apanya ? dobosannya ? tapi ya bener kok , sebab diahirat ada walikota .

  17. Iwan BJM
    17 Januari 2013 pukul 14:31

    Muke gile pada mau jadi presiden.. Belajar dulu jadi Ketua RT..!!

  18. Ora Irama
    17 Januari 2013 pukul 14:50

    Bang Roma , mohon diralat ya … polygami itu BUKAN PERINTAH AGAMA , akan tetapi Agama memang tidak melarang , artinya MUBAH . Kalo perintah terkesan wajib , sedangkan mubah artrinya dipersilahkan meskipun PADA PRINSIPNYA Perkawinan dalam Islam Adalah MONOGAMI (satu suami satu istri) , karena meski sifatnya mubah namun syaratnya berat sekali yaitu suami harus BISA ADIL. dan didunia ini mana toh ada manusia selain Muhammad. SAW yang bisa adil ?
    Jangan main-main ya dengan ungkapan-ungkapan yang sok syariah kalo lo gak tahu pasti makna dan tujuan ayat itu . Jelasnya ; poligami boleh tidak haram, tapi syaratnya gak ada manusia yang mampu memenuhinya ….. belajar lagi sebelum sok ndalil-ndalil ya Bang

  19. jokowiahok lovers
    18 Januari 2013 pukul 08:02

    Jokondokondo:jgn bawa2 gubernur n wakilnya.mrk sedang bekerja.baru 3bln mau lgsg smua beres.apalagi ngurusin yg byk mulut kyk anda dan 2tokoh yg merasa raja n paling ganteng se indo..tunjukin kalo emang kalian beradab.stop cangkem yg busuk.kalo ga sama aja mulut sama pa**at!!

  20. gibran
    22 Januari 2013 pukul 10:07

    milih aku dewe wae

  21. Deris Friyanto
    25 Januari 2013 pukul 10:24

    Ibarat kata pepatah, Kalau ingin terkenal SEDUNIA, maka kencingi sumur Zam-zam, maka dunia akan membuat berita dan pasti terkenal, begitu pula dengan para calon yang ingin masuk kedalam bursa Presiden, hanya sayangnya saat ini terkenal bukan karena sikap, perilaku, perkataan dan tindakan yang membuat masyarakat tenang, akan tetapi terkenal karena sikap yang (maaf) kurang mencerminkan perilaku yang bijaksana, sehingga masyarakat akan simpati terhadap orang tersebut, maka dari itu segera berubah dan ambil sikap yang benar-benar memberikan ketenangan kepada masyarakat serta tidak menimbulkan konfilk. Semoga

  22. Ijlal
    27 Januari 2013 pukul 11:29

    saya tidak setuju dengan poligami tapi itu lebih baik ketimbang munapik sok tisuka poligami tapi selingkuh. setidaknya poligami sudah ada ikatan yang sah menurut agama karena istri yang dahulu sudah tau. masalah bisa adil dan tidak dosa atau tidak bukan kita yg bisamenilai, manusia tidak ada yang sempurna. sesama manusia yang harus kita fikirkan adalah dirikita keruarga apakah kita sudah lebih baik dari yang kita gunjingkan. apa yang sudah kita kerjakan untuk orang lain?, setidaknya rhoma irama disadari atau tidak suka atau tidak dia sudah berbuat banyak untuk masyarakat dengan sair lagunya dan ketegasnya mencegah kemunkaran.

  23. mai
    2 Februari 2013 pukul 14:18

    farhat goblok 7 turunan.

  24. Rageg
    3 Februari 2013 pukul 15:25

    Daripada milih mang abas mening mang haji! Mudah2an saja apa yang di ramalkan eyang jampang orang seperti mang haji oma,jadi ingat waktu dulu eyang jampang cerita tentang pemimpin yang mampu membenahi negara indonesia yang sekarang acak-acakan akibat cakaran para koruptor! Ayo maaang saya dukung!

  25. Embah takokak
    3 Februari 2013 pukul 15:32

    Ah..daripada mang abas mening mang oma.! Maju maaaang!

  26. muhamad sidik
    9 Februari 2013 pukul 01:19

    klo capresya roma ama farhat,mending indonesia raya di bubarkan saja.

  27. hakim
    10 Februari 2013 pukul 20:55

    go go go..
    pak farhat abbas, bravo…

  28. hakim
    10 Februari 2013 pukul 20:55

    go go farhat abbas. bravooo

  29. DEDI
    11 Februari 2013 pukul 15:19

    Hijau merimbuni daratannya
    Biru lautan di sekelilingnya
    Itulah negeri Indonesia
    Negeri yang subur serta kaya raya
    Seluruh harta kekayaan negara
    Hanyalah untuk kemakmuran rakyatnya
    Namun hatiku selalu bertanya-tanya
    Mengapa kehidupan tidak merata
    Yang kaya makin kaya
    Yang miskin makin miskin
    Yang kaya makin kaya
    Yang miskin makin miskin
    Negara bukan milik golongan
    Dan juga bukan milik perorangan
    Dari itu jangan seenaknya
    Memperkaya diri membabi buta
    Seluruh harta kekayaan negara
    Hanyalah untuk kemakmuran rakyatnya
    Namun hatiku selalu bertanya-tanya
    Mengapa kehidupan tidak merata
    Yang kaya makin kaya
    Yang miskin makin miskin
    Yang kaya makin kaya
    Yang miskin makin miskin
    Masih banyak orang hidup dalam kemiskinan
    Sementara ada yang hidupnya berlebihan
    Jangan dibiarkan adanya jurang pemisah
    Yang makin menganga antara miskin dan kaya
    Bukankah cita-cita bangsa
    Mencapai negeri makmur sentosa
    Selama korupsi semakin menjadi-jadi
    Jangan diharapkan adanya pemerataan
    Hapuskan korupsi di segala birokrasi
    Demi terciptanya kemakmuran yang merata
    Bukankah cita-cita bangsa
    Mencapai negeri makmur sentosa

  30. turonggo
    25 Mei 2013 pukul 00:20

    Farhat. Ngaku paling ganteng dpt istri kok janda wkwkk punya prestasi nylametin nyawa kok bandar narkoba..mau dooonk sumpahin lu jadi pocong wkwkk

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan Baris

    No items.