Suiit, Suiitt...! Sapi Pun Perlu Masuk Salon Biar Cakep dan Berharga Tinggi

Salah seorang pelanggan mencuci sapi dagangannya di tempat pencucian sapi milik Hadi Sugito yang terletak di sebelah utara Pasar Sapi Sunggingan, (JIBI/SOLOPOS/Mahardini Nur Afifah)Salah seorang pelanggan mencuci sapi dagangannya di tempat pencucian sapi milik Hadi Sugito yang terletak di sebelah utara Pasar Sapi Sunggingan, (JIBI/SOLOPOS/Mahardini Nur Afifah)

Salon buat manusia serta binatang piaraan seperti anjing atau kucing sudah biasa. Tapi kalau salon buat hewan ternak seperti sapi? Kalau penasaran, silakan pergi ke sebelah utara Pasar Hewan Sunggingan, Boyolali, tepatnya di sepanjang jalan Randusari RT003/005, Karanggeneng, Boyolali. Kesibukan bongkar sapi oleh sejumlah pedagang tampak di sana-sini. Salah satu mobil pikap tampak menepi. Sismanto, 37, dengan telaten menurunkan tiga ekor sapi dagangannya.

Tiga ekor sapi milik Sismanto berusia tiga bulan, satu tahun dan empat tahun. Sapi-sapi tersebut langsung ditali di pohon yang terletak di depan pencucian hewan milik Hadi Sugito, 45. Sambil menunggu giliran antrean pencucian sapi, salah satu sapi betina berusia empat tahun milik Sismanto disolek oleh Hadi Sugito.

Sapi betina milik Sismanto yang sudah terikat di pohon, sesekali melenguh saat kikir mulai diadu ke tanduknya. Dengan terampil dan cepat, Hadi membuat tanduk sapi betina yang berwarna hitam kusam ini menjadi berwarna putih gading. Setelah dipaes sungu atau dirawat tanduknya, guratan di tanduk sebagai penanda sapi betina ini pernah melahirkan, tampak samar.

Selesai dengan paes sungu, sapi segera dibawa oleh Sismanto ke tempat pencucian sapi. Sismanto mulai mengguyur tubuh sapinya dengan air. Dengan alat berupa gergaji berbentuk huruf U yang diberi pegangan kayu, Sismanto melunturkan kotoran yang telah lama menempel di tubuh sapinya. Setelah itu, Sismanto mulai membersihkan tubuh sapinya dengan sabun colek. Sapi yang sedang dibersihkan tubuhnya dengan tenang menikmati segarnya mandi yang belum tentu dilakoninya setahun sekali. 15 menit kemudian, warna bulu hitam dan putih sapi perah milik Sismanto tampak kentara setelah dimandikan. Tak ada lagi kotoran dan lumpur yang menempel.

Ketika ditemui Solopos.com di tempat pencucian sapi milik Hadi Sugito, awal pekan ini, Sismanto mengatakan harga penjualan sapi menjadi terdongkrak setelah dibersihkan dan dimandikan. “Setelah dipaes sungu, dirapikan kukunya dan dimandikan, harga sapi bisa naik Rp500.000/ekor. Saya selalu membawa sapi ke sini sebelum ke Pasar Hewan Sunggingan,” terangnya.

Pedagang yang sudah berjualan sapi selama 15 tahun ini memilih selalu datang ke tempat pencucian sapi milik Hadi Sugito karena tempat pencucian sapi tersebut menggunakan air mengalir dengan peralatan yang komplit. Hadi Sugito, mengatakan sudah 23 tahun menjalani profesi sebagai tukang paes sungu dan potong kuku sapi. Usaha pencucian sapi miliknya merupakan usaha sambilan selain usahanya membuat genteng. “Modalnya hanya tekad dan air. Kami memakai air PDAM dan menyediakan sabun colek dan peralatan pembersihan sapi,” jelasnya.

Untuk menggunakan peralatan cuci sapinya, pedagang sapi hanya dipatok biaya Rp5.000. Untuk paes sungu, Hadi mematok biaya Rp15.000-Rp40.000 tergantung tingkat kesulitan. Sedangkan jasa potong kuku sapi, dihargai Rp10.000. “Kalau sudah dipercantik di sini, sapi betina terutama, bisa naik harga jualnya hingga Rp2 juta,” pungkasnya.

Editor: | dalam: Boyolali |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »