Pembuatan E-KTP di Solo Masih Bermasalah

Ilustrasi rekam e-ktp (JIBI/Dok)Ilustrasi rekam e-ktp (JIBI/Dok)

SOLO – Proses pengadaan e-KTP di Kota Solo masih diliputi berbagai masalah. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Solo mengaku kesulitan memproses rekam data lantaran keterbatasan alat cetak e-KTP. Distribusi bertahap formulir e-KTP dinilai menghambat pelayanan program kependudukan itu.

Kasi Identitas Penduduk Dispendukcapil, Subandi, saat ditemui wartawan di Balaikota, Senin (14/1/2013), menjelaskan penyediaan formulir yang semula berada di daerah kini ditangani pusat. Perubahan kebijakan ini dikatakannya memicu sejumlah hambatan.

“Kabarnya pengadaannya belum selesai, jadi distribusi agak terlambat,” ujarnya.

Pihaknya memerinci Kota Solo sedianya mendapat 311.653 formulir e-KTP dari pemerintah pusat. Hingga akhir tahun kemarin, jelasnya, formulir yang telah terdistribusi sebanyak 269.676 lembar di lima kecamatan. Subandi menambahkan, saat ini Dispendukcapil hanya bergantung pada dua alat cetak e-KTP. Kekhawatiran pelayanan tidak maksimal diperparah akses database kependudukan yang belum terkoneksi ke lima kecamatan.

“Sulit kalau hanya dipusatkan di Dispendukcapil. Kami akan meminta pemerintah pusat mengizinkan proses cetak di lima kecamatan. Tentu akses database harus dibuka dulu,” terangnya.

Subandi menyebut APBD 2013 menganggarkan dana untuk pengadaan empat unit alat cetak e-KTP. Pembelian alat tersebut, imbuhnya, masuk dalam anggaran operasional Dispendukcapil senilai Rp677.437.000.

“Harga satu alat sekitar Rp35 juta. Selain untuk beli alat cetak, anggaran e-KTP di APBD juga untuk pembelian tinta dan operator e-KTP,” urainya.

Lebih lanjut, Subandi mengungkapkan rekam data e-KTP di Solo hingga 31 Desember 2012 mencapai 355.413 jiwa atau 101,44% dari target pemerintah pusat sebanyak 350.365 jiwa.

Editor: | dalam: Solo |
Menarik Juga »