1.521 Paku “Siksa” Pohon di Wonogiri Kota

Anggota Pramuka Kwarcab Wonogiri mencabut paku di pohon yang berada di tepi Jl Ahmad Yani, Kerdu Kepik, Wonogiri, akhir pekan kemarin. Kegiatan ini adalah salah satu bentuk kepedulian pramuka pada kelestarian lingkungan. (Tika Sekar Arum/JIBI/SOLOPOS) Anggota Pramuka Kwarcab Wonogiri mencabut paku di pohon yang berada di tepi Jl Ahmad Yani, Kerdu Kepik, Wonogiri, akhir pekan kemarin. Kegiatan ini adalah salah satu bentuk kepedulian pramuka pada kelestarian lingkungan. (Tika Sekar Arum/JIBI/SOLOPOS)

WONOGIRI—Temuan mengejutkan terungkap dari aktivitas peduli lingkungan yang dilakukan 70 anggota pramuka tingkat SMA/SMK se-Wonogiri, akhir pekan kemarin.  Mereka menemukan 1.521 biji paku tertancap di pohon turus jalan sepanjang Kerdu Kepik sampai Mapolres Wonogiri.

Pada satu pohon, anggota pramuka yang hanya berbekal peralatan sederhana itu bisa mengumpulkan hampir 10 paku. Paku-paku tersebut digunakan para pemasang reklame untuk menancapkan media promosi.

Ketua Dewan Kerja Cabang (Kwarcab) Pramuka Wonogiri, Nugroho, saat ditemui wartawan, di sela-sela kegiatan mencabut paku di pohon, akhir pekan kemarin, mengungkapkan 1.521 biji paku tersebut terkumpul selama sekitar empat jam. Dia mengakui dengan peralatan sederhana tidak semua paku bisa dicabut.

“Banyak yang sulit diambil, terutama paku berukuran besar,” ungkap Nugroho.

Tanam Pohon

Dia menjelaskan untuk mengumpulkan paku di pohon, 70 anggota Pramuka Wonogiri diberangkatkan dari markas Kwarcab Wonogiri sekitar pukul 13.00 WIB. Kemudian bersama-sama mereka menyisir satu demi satu pohon mulai lampu lalu lintas Kerdu Kepik.  Satu pohon digarap tiga sampai lima orang. Anggota pramuka hanya membawa peralatan seadanya, catut berukuran kecil, linggis yang juga berukuran kecil, dan gelas bekas air mineral untuk menampung paku yang berhasil dicabut.

Mereka harus berjalan kaki sekitar tiga kilometer (km) di bawah guyuran hujan untuk menuntaskan misi mulia tersebut. Nugroho menambahkan aksi peduli lingkungan dengan mencabut paku di pohon ini hanya satu dari rangkaian kegiatan pramuka.

Sementara pada Minggu (13/1/2013), anggota pramuka menanam pohon di kawasan TPA Ngadirojo. Semua kegiatan tersebut dihelat bersamaan dengan agenda sidang paripurna pramuka untuk mengevaluasi kinerja setahun berjalan.

Sementara itu, Kasi Penanggulangan Pencemaran, Broto Susilo, mewakili Kepala Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH), Sri Wahyu Widayatto, yang juga mendampingi kegiatan anggota pramuka mencabut paku di pohon, membeberkan keberadaan paku di pohon sama saja menyiksa pohon. Sebab, paku itu bisa mengganggu pertumbuhan sel pohon.

“Kami sangat mendukung kegiatan peduli lingkungan ini,” kata Broto.

Tak hanya itu, KLH juga memberikan dukungan penuh kegiatan anggota pramuka menanam pohon di TPA Ngadirojo. Broto menjelaskan pihaknya menyiapkan 100 pohon dengan ketinggian rata-rata tiga meter untuk ditanam di kawasan TPA tersebut. Seratus pohon itu terdiri atas pohon trembesi, matoa, kenari dan lain-lain.

Di sisi lain, kegiatan anggota pramuka tersebut mendapat tanggapan Ketua DPRD Wonogiri, Wawan Setya Nugraha. Ditemui di tempat terpisah, Sabtu, Wawan meminta Pemkab merumuskan regulasi yang secara tegas melarang pemasang reklame menggunakan paku di pohon. Menurutnya, selama ini regulasi yang ada belum mengarah ke larangan tersebut.

“Itu masuk dalam petunjuk teknis, bisa dalam bentuk peraturan bupati,” tegasnya.

Editor: | dalam: Wonogiri |
Menarik Juga »