Ketua DPC PDI Perjuangan Klaten, Agus Riyanto, memberikan sambutan dalam peringatan HUT ke-40 partai berlambang benteng itu di sekretariat DPC setempat, Rabu (9/1/2013) malam. (Moh Khodiq Duhri/JIBI/SOLOPOS)
Kamis, 10 Januari 2013 10:08 WIB Moh Khodiq Duhri/JIBI/SOLOPOS Klaten Share :

DPC PDI Perjuangan Klaten Peringati HUT

Ketua DPC PDI Perjuangan Klaten, Agus Riyanto, memberikan sambutan dalam peringatan HUT ke-40 partai berlambang benteng itu di sekretariat DPC setempat, Rabu (9/1/2013) malam. (Moh Khodiq Duhri/JIBI/SOLOPOS)

KLATEN–Jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Klaten menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) partai berlambang banteng itu ke-40 di sekretariat DPC setempat, Rabu (9/1/2013) malam.

Dalam sambutannya, Ketua DPC PDI Perjuangan Klaten, Agus Riyanto, menyampaikan sejarah partai secara umum dan sejarah terbentuknya DPC PDI Perjuangan di Klaten. Manurutnya, PDI lahir pada 10 Januari 1973 yang merupakan gabungan dari sejumlah partai. Pada Pemilu 1999, nama dan logo PDI berubah menyesuaikan tuntutan perundang-undangan.

“Dulu namanya hanya PDI sementara logonya sebuah kepala benteng dalam segi lima. Sejak 1999, nama berubah menjadi PDI Perjuangan dengan logo banteng dalam lingkaran,” terang Agus.

Peringatan HUT ke-40 PDI Perjuangan itu ditandai dengan pemotongan tumpeng. Seusai acara digelar diskusi bersama akademisi dari Jurusan Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM), Slamet Sutrisno.  Bupati Klaten, Sunarna, juga hadir untuk memeriahkan peringatan HUT ke-40 PDI Perjuangan tersebut.

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…