Senin, 7 Januari 2013 14:53 WIB JIBI/Harian Jogja/dtc Peristiwa Share :

Hartati Murdaya Sindir Perusahaan Anak Ayin

JAKARTA — Siti Hartati Murdaya menumpahkan kekesalannya terhadap penyerobotan lahan yang dibukanya di Buol oleh PT Sonokeling Buana. Penyerobotan yang dilakukan perusahaan milik anak Artalyta Suryani alias Ayin itu dinilainya seperti aksi koboi jalanan.

Ungkapan kekesalan Hartati keluar saat hakim anggota I Made Hendra menanyakan posisi PT Sonokeling di Buol. Sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan terdakwa kasus dugaan suap kepada Bupati Buol Amran Batulipu ini berlangsung di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (7/1/2013).

“Kenapa Anda keberatan dengan Sonokeling? Memang itu punya siapa?” tanya Made.

“Sahabat saya Artalyta,” jawab Hartati.

“Saya keberatan, dia itu caranya nggak bener. Nggak ngasih tahu saya, tiba-tiba jadi koboi di jalan,” tutur Hartati.

Menurut Hartati, perusahaan Ayin mengolah lahan tanpa izin. “Tanaman digundulin. Nggak ada izin usaha perkebunan tapi tebang kayu. Sekarang alat-alat beratnya dikeluarkan,” ungkap Hartati.

Di dalam persidangan sebelumnya terungkap izin lokasinya sebenarnya diberikan kepada PT Cipta Cakra Murdaya sejak 1994. Tetapi belakangan oleh Bupati Buol justru dialihkan kepada PT Sonokeling. Sedangkan PT CCM yang telah lama berinvestasi di Buol justru dipersulit untuk mendapat izin lokasi usaha.

Hartati didakwa menyuap Bupati Buol Amran Batalipu sebesar Rp3 miliar. Hartati dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a dan b atau Pasal 13 UU No 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…