Kemenpera Targetkan Capaian Program BSPS Sebanyak 1 Juta Unit pada 2014

Rumah seorang warga di Sine, Sragen, yang layak mendapatkan bantuan rehabilitasi karena tak layak huni. Kementerian Perumahan Rakyat menargetkan peningkatan capaian bedah rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) hingga 1 juta unit rumah pada 2014 mendatang. (JIBI/SOLOPOS/ Sri Sumi Handayani)Rumah seorang warga di Sine, Sragen, yang layak mendapatkan bantuan rehabilitasi karena tak layak huni. Kementerian Perumahan Rakyat menargetkan peningkatan capaian bedah rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) hingga 1 juta unit rumah pada 2014 mendatang. (JIBI/SOLOPOS/ Sri Sumi Handayani)

KARANGASEM – Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dalam dua tahun mendatang akan fokus dalam pembangunan bedah rumah untuk rumah tangga miskin dengan target program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) minimal sebanyak 1 juta unit.

Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengatakan ke depan untuk mengurangi angka kemiskinan, Kemenpera merencanakan untuk lebih mengutamakan program BSPS dibandingkan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hal ini menurutnya dilakukan karena masyarakat miskin lebih cenderung membutuhkannya, sehingga dengan BSPS dan didukung anggaran pemerintah daerah setempat, diharapkan mampu menekan angka kemiskinan.

“Dari realisasi BSPS tahun lalu sebanyak 250.000 unit, dalam dua tahun ke depan kita tingkatkan lagi sehingga pada 2014 minimal sudah mencapai 1 juta unit,” ungkapnya hari ini Minggu (6/1/2012) saat kunjungan kerja di Kabupaten Karangasem, Bali. Sedangkan untuk program FLPP tahun ini, ia menyebutkan Kemenpera akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp7 triliun dengan target pembangunan rumah sebanyak 132.000 unit dari realisasi tahun 2012 lalu sebanyak 80.000 unit. Meski program FLPP menyedot anggaran yang cukup besar, ke depan ia akan merancang untuk memberi porsi yang lebih besar kepada BSPS.

Berdasarkan data, Kemenpera pada tahun 2012 lalu telah merealisasikan anggaran sekitar Rp3,981 triliun atau sekitar 77,56% dari total anggaran daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) Kemenpera sebesar Rp5,133 triliun. Dibandingkan tahun 2011, pencapaian tersebut naik sekitar 7% dari realisasinya sebesar 70,61%. Dari total anggaran tersebut, tidak termasuk anggaran Ciliwung sebesar Rp600 miliar, anggaran yang dibiayai dengan penerimaan negara bukan pajak (BNBP) sebesar Rp179 miliar, anggaran dekonsentrasi di 33 provinsi sebesar Rp16 miliar, anggaran hasil tunjangan kinerja remunerasi tahun 2012 sebesar Rp24,3 miliar.

Untuk pembangunan rumah susun sederhana (Rusunawa) pada tahun 2012 lalu, Kemenpera telah merealisasikan 217 twin block (TB) yang terdiri untuk TNI 56 TB, Polri 28 TB, pekerja atau buruh 23 TB, mahasiswa 32 TB dan santri pondok pesantren 78 TB.

“Untuk total anggaran pembangunan Rusunawa tahun 2012 telah terealisasi sebesar Rp1,0018 triliun atau 87,97% dari pagu anggaran sebesar Rp1,1387 triliun,” ujarnya.

Editor: | dalam: Peristiwa |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »