Pondok Tiga Jam-an Kaliurang Tetap Laris
SLEMAN—Peningkatan aktivitas Gunung Merapi beberapa waktu lalu sempat berpengaruh pada okupansi hotel di Kaliurang. Namun lain halnya dengan pondok wisata yang dikenal penginapan tiga jam-an peminatnya tidak berkurang.
Pengurus Asosiasi Perhotelan Kaliurang Heribertus Indiantara menjelaskan sempat ada yang membatalkan acara di Kaliurang karena muncul berita peningkatan aktivitas Merapi. Sehingga hotel di Kaliurang sekitar sepekan yang lalu sedikit sepi.
“Karena ada berita di media massa tentang peningkatan aktivitas Merapi sempat berpengaruh. Ada yang memberitakan peningkatan status ada yang memilih membatalkan acara di Kaliurang karena takut,” kata Heribertus, Sabtu (25/2).
Namun sekarang ini, penurunan aktivitas Merapi dengan status aktif normal, okupansi hotel ketika hari libur kembali pulih. Pulihnya hotel ini lebih banyak digunakan oleh tamu rombobongan untuk kegiatan meeting, incentive, convention and exhibition (MICE) oleh intansi perkantoran swasta. Bisa dikatakan okupansinya sekitar 60% – 70%.
“Untuk hotel berbintang tamunya secara rombongan untuk kegiatan pertemuan okupansinya sekitar 60 persen sampai 70 persen. Kalau pondok wisata ini tidak berpengaruh dengan gejolak Merapi,” terangnya.
Pondok wisata ini menunjukkan kunjungan tamu yang spektakuler. Mau aktivitas normal ataupun peningkatan status Merapi asalkan masih diperbolehkan masuk wilayah Kaliurang okupansinya sekitar 80 persen. Paling banyak kunjungan di wilayah Jalan Boyong, atau yang melalui pintu masuk Kaliurang sisi barat.(HARIAN JOGJA/AKhirul Anwar)
Editor: Harian Jogja | Dalam : Berita Pilihan,Sleman,tak berkategori










waduh…
Jd wisata esex-esex dong