Wedangan di Cafe Tiga Tjeret...

Chef Haryo unjuk kebolehan dalam memasak saat acara pembukaan cafe Tiga Tjeret di Jl Ronggowarsito (depan Mangkunegaran) Solo, Minggu (30/12/2012). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS) Chef Haryo unjuk kebolehan dalam memasak saat acara pembukaan cafe Tiga Tjeret di Jl Ronggowarsito (depan Mangkunegaran) Solo, Minggu (30/12/2012). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)

Halaman Pura Mangkunegaran yang luas terlihat membentang di depan Cafe Tiga Tjeret. Pepohonan yang rimbun serta lalu lintas padat Kota Solo menjadi pemandangan menarik saat duduk dan menikmati suasana di cafe itu.

Pengunjung dapat memilih kursi di bawah payung besar maupun di depan display makanan yang di desain menyerupai mini bar. Tempat nongkrong yang diresmikan pada Minggu (30/12/2012) ini akan menjadi alternatif baru bagi warga Kota Bengawan.

Usaha kuliner dan tempat nongkrong masih menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan di Kota Bengawan. Karakteristik masyarakat komunal yang menyukai budaya wedangan menjadi salah satu alasan bertumbuhnya usaha kuliner tersebut.  Asumsi inilah yang membuat para alumnus SMA PL St Yosef 1986, Andhang Apri dan Sarwo Wibowo ingin membuat usaha yang dikelola bersama. Usaha tersebut dibuat untuk menjual produk hasil kreasi bersama.

“Dari ide-ide tersebut, kami akhirnya mengusung konsep warung wedangan bernama Cafe Tiga Tjeret. Nama Tiga Tjeret kami pilih karena khas wedangan tradisional Solo,” tutur Sarwo Wibowo kepada wartawan dalam acara peluncuran perdana Cafe Tiga Tjeret di Jl Ronggowarsito 97, Minggu.

Desain interior cafe mengusung tema urban style dengan menyatukan kesibukan Kota Solo dan gaya pedestrian di lokasi Ngarsopuro, Puro Mangkunegaran, Solo. Konsep urban style itu diharapkan dapat memunculkan atmosfer tempat berkumpul yang nyaman baik untuk menikmati suasana maupun kuliner khas wedangan.

Menu yang ditawarkan di cafe ini memang cukup merakyat. Sarwo Wibowo mengatakan menu yang ditawarkan adalah menu khas wedangan seperti nasi kucing, tahu bacem, sundukan, bakaran. Harga makanan dan minuman di cafe ini dibanderol Rp2.500-Rp15.000/porsi.  Beberapa menu andalan seperti sate tiga rasa, botok telur asin, sambal tempe telah diseleksi rasanya oleh juru masak nasional, Chef Haryo Pramoe.

“Kami berharap menu dan harga yang ditawarkan ini dapat bersaing dan terjangkau bagi keluarga maupun anak muda,” ujarnya.

Selain menu di atas, minuman khas di Cafe Tiga Tjeret ini adalah Wedang Djahe Ketjik ala Cafe Tiga Tjeret dan Wedang Bandreque.

Cafe yang terletak di lokasi strategis ini juga dapat digunakan untuk keperluan meeting, arisan, kumpul komunitas, gathering atau acara pesta. Kapasitas cafe ini sekitar 100 pengunjung. Cafe yang dilengkapi dengan wifi dan terletak di sebelah timur Omah Sinten ini buka mulai pukul 11.00 WIB hingga 01.00 WIB.

Editor: | dalam: Kuliner |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »