"Lembu" Jagalan Solo Turun Ke Jalan

Warga mengenakan kostum sapi saat mengikuti Kirab Hajat Ageng Jagalan di Jagalan, Solo, Minggu (30/12/2012). Gunungan yang terdiri dari kerupuk kulit turut dikirab keliling kampung sebelum diperebutkan warga. (JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto)Warga mengenakan kostum sapi saat mengikuti Kirab Hajat Ageng Jagalan di Jagalan, Solo, Minggu (30/12/2012). Gunungan yang terdiri dari kerupuk kulit turut dikirab keliling kampung sebelum diperebutkan warga. (JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto)

SOLO–Ribuan peserta kirab, mulai mempersiapkan diri di depan Rumah Potong Hewan (RPH) Dispertan yang berada di Kelurahan Jagalan, Solo, Minggu (30/12/2012) siang. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa tampak bersemangat mengikuti kirab yang bertajuk Hajatan Ageng Jagalan tersebut.

Selain itu, beberapa pelaku seni, seperti reog, lembu suro, rebana juga tampak mempersiapkan diri. Selain itu terlihat pula anak-anak yang ikut berpartisipasi dengan menggunakan pakaian adat dan topeng yang ia namai dengan rambu kemamang.

Tak hanya itu, beberapa wanita dengan kostum Solo Batik Carnival (SBC) juga terlihat mempersiapkan diri di sekitar RPH tersebut. Selain itu kirab juga dimeriahkan dengan lima gunungan yang merupakan hasil usaha dari Kelurahan Jagalan. Gunungan tersebut yakni dua buah gunungan rambak petis, gunungan makaroni, gunungan abon dan gunungan buah-buahan.

Para peserta tersebut tampak resah, ketika gerimis mulai mengguyur wilayah tersebut. Perasaan cemas terlihat dari raut muka mereka ketika menunggu kirab dimulai. Kecemasan para peserta itu berubah menjadi riang dan penuh semangat, ketika tepat pukul 15.00 WIB, panitia mulai memberangkatkan peserta kirab untuk menyusuri jalanan di Kelurahan Jagalan.

Sebelum berkeliling peserta diharuskan mempertunjukkan kesenian mereka di hadapan tamu undangan. Sorak-sorai dan tepuk tangan penonton juga mengiringi kirab saat menyusuri Jalan Yap Tjwan Bing, Jalan Juanda, Jalan Cokroaminoto, Jalan Suryo dan berakhir di depan RPH.

Ketua Panitia Acara, Murjioko, mengatakan kirab budaya tersebut merupakan acara puncak dari Hajatan Ageng Jagalan (HAJ). Menurutnya acara kirab diikuti setidaknya 1.500 peserta yang berasal dari beberapa kelompok di Kelurahan Jagalan.

Acara tersebut sengaja digelar untuk memperkenalkan potensi daerah itu agar dikenal di masyarakat luas. Pria yang juga Sekretaris LPMK Jagalan tersebut, mengatakan sepekan sebelumnya diluncurkan juga kesenian. Lembu Suro dan Pementasan Wayang Kulit pada Sabtu (29/12) malam.

“Ini memang sengaja kita gelar agar masyarakat tahu kesenian kami. Ke depannya acara ini akan kami kemas lagi lebih baik agar mampu menarik wisatawan baik lokal maupun asing,” ujarnya.

Salah seorang peserta kirab, Angger Jagat Sutoto, mengaku senang bisa ikut melakukan kirab tersebut. Dirinya juga berharap agar ke depannya kirab tersebut kembali digelar di daerahnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Joko, 35, warga Kelurahan Jebres, ia berharap agar acara kirab menjadi agenda tahunan yang digelar di wilayah itu.

Editor: | dalam: Solo |

Berita Terkait

Menarik Juga ยป