Ilustrasi (Dok) Ilustrasi (Dok)
Kamis, 27 Desember 2012 23:49 WIB Moh Khodiq Duhri/JIBI/SOLOPOS Klaten Share :

Walah! Ratusan Warga Meninggal Dunia Terima Jamkesmas

Ilustrasi (Dok/JIBI/SOLOPOS)

KLATEN–Ratusan warga meningal dunia di sejumlah desa di Klaten tercatat sebagai penerima kartu jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) dari pemerintah pusat.

Kepala Desa (Kades) Balak, Kecamatan Cawas, Sukarjo, mengatakan terdapat kejanggalan dalam pendistribusian kartu jamkesma untuk 2013 mendatang. Dari 1.540 warga penerima jamkesmas yang tersebar di 15 RW, terdapat lebih dari 100 warga yang meninggal dunia.

“Validasi data masih kami lakukan saat ini, namun sudah ada ratusan warga meninggal dunia yang menerima kartu jamkesmas,” papar Sukarjo kepada Solopos.com, Kamis (27/12/2012).

Selain penerima telah meninggal dunia, pihaknya juga menemukan kesalahan penulisan nama dan alamat warga. Dia menilai kesalahan penulisan nama dan alamat tersebut cukup fatal karena berpengaruh di tataran implementasi.

“Biasanya kalau nama dan alamat itu tak sesuai KTP, layanan jamkesmas tidak diberikan. Ujung-ujungnya, warga juga yang dirugikan,” tandasnya.

Kades Tlobong, Kecamatan Delanggu, Atok Susanto, mengatakan terdapat lima warga meninggal dunia yang menerima jamkesmas.

“Kartu jamkesmas yang kami terima menggunakan database tiga tahun silam. Wajar jika ada warga yang sudah meninggal dunia, namun tetap menerima jamkesmas,” ujarnya.

Ketua RW V, Kelurahan Barenglor, Kecamatan Klaten Utara, Handoyo, mengatakan terdapat satu warga meninggal dunia yang tercatat sebagai penerima jamkesmas.

“Di RW saya juga ada empat kartu jamkesmas tak bertuan. Alamatnya sudah benar, tapi warga sekitar tidak mengenal warga tersebut,” jelasnya.

lowongan kerja, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…