ARTIS FTV CECILIA VICKEND MENINGGAL
Inilah Tulisan Terakhir di Blognya

Cecilia Vickend dan ayahnya (Twitter)Cecilia Vickend dan ayahnya (Twitter)

JAKARTA—Artis yang kerap bermain di FTV, Cecilia Putty Vickend, meninggal dunia Rabu (26/12) malam karena kanker lidah. Anak tunggal dari pasangan Devie Brigida dan Dhipa Arkhend yang sudah lama berpisah ini meninggalkan begitu banyak kenangan bagi orang-orang terdekatnya, khususnya dengan sang ayah.

Di sebuah blog milik Cecil yang dia tulis pada bulan Oktober tahun lalu ini mengisahkan betapa dia sangat mencintai ayahnya. Berikut penggalan tulisan Cecil tentang ayahnya.

“Ayah saya sesosok menyenangkan. Dia menyukai sejarah. Sejarah apa pun itu. Bahkan sejarah keluarga kami yang notabene mami dan papi sudah berpisah sejak lama. Kerennya adalah dia selalu memandang positif sesuatu walaupun keadaan yang datang padanya adalah negatif. Saya pelajari hal itu darinya. Di samping banyak sekali teori hidup yang sungguh sangat amat membosankan darinya, dia tetap super buat saya. “

Dari tulisan tersebut Cecil mengaku bahwa dirinya belajar memandang keadaan apa pun dengan positif dari sang ayah yang sangat ia cintai.

Di bagian paling bawah tulisan di blognya, Cecil mengucapkan terima kasih yang teramat dalam untuk ayahnya.

“Thank you daddy for your precious short time for me. 25 tahun mungkin hanya saya habiskan beberapa tahun yang sempit untuk dekat dengannya. tapi ketika nanti saya atau dia yang harus meninggalkan dunia ini lebih dulu, tidak ada penyesalan yang terlalu dalam karena buat kami teramat sulit mewujudkan hal ini.”

Cecil meninggal di usia 26 tahun akibat kanker lidah stadium 4. Awalnya Cecil memiliki sariawan di tepi kiri lidahnya yang tak kunjung sembuh selama dua tahun, dia kemudian divonis menderita kanker lidah pada setahun yang lalu.

Cecilia juga sempat bercerita mengenai usahanya bolak-balik ke dokter untuk mencari tahu seputar penyakitnya.

Melalui blog Rumah Kanker yang ditulisnya pada 27 Oktober lalu, gadis 26 tahun yang biasa dipanggil Cecil ini menceritakan tentang awal mula penyakitnya. Cecil mengatakan dia memiliki sariawan yang tak kunjung sembuh selama hampir dua tahun di tepi kiri lidahnya.

Seorang dokter pernah menyarankan dia untuk melakukan biopsi di rumah sakit bagian poli bedah mulut, tapi kemudian dia mengaku merasa kecewa dengan layanan yang diberikan.

“Karena sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakit dari sariawan ini, saya memutuskan untuk biopsi dan hasil yang keluar adalah ulkus menahun atau luka menahun. Yang saya sangat kecewa saat itu adalah penanganan dari dokter yang kelihatannya baru dokter muda. Ketika dibilang itu hanya luka, tetapi apa obatnya? Dokter itu pun bingung dan hanya menganjurkan memakai obat sariawan,” tulis Cecil dalam blog itu.

Setelah biopsi itu, keadaan Cecil pun makin menurun dan sempat mengalami vertigo, sehingga harus masuk rumah sakit. Tak lama berselang keluar dari rumah sakit, Cecil merasa ada benjolan sebesar bakso di leher kiri. Dia pun akhirnya diberi rujukan oleh dokter bedah mulut untuk melakukan biopsi ke dokter onkologi.

“Setelah melakukan MRI di RS Pertamina, dokter onkologi tersebut menyebutkan benar ini kanker tetapi untuk bisa tahu kanker ini ganas atau tidak, harus biopsi ulang di leher dan lidah,” tulisnya lagi.

Cecil pun terus mencari opini kedua hingga ketiga, namun hasilnya nihil. Dia juga sempat menjalani kemoterapi di Bukit Tinggi, namun malah terdapat benjolan di sebelah kanan. Setelah kemo ketiga pun hasil evaluasi tidak berubah dan benjolan jadi bertambah.

Melalui tulisannya itu, Cecil juga mengaku sempat mencari pengobatan herbal, namun tetap tidak mengurangi rasa sakitnya. Dia pun terpaksa menggunakan obat penenang yang mengandung morfin karena rasa sakitnya yang sudah tidak tertahankan lagi.

Akibat sejumlah perawatan, mulai dari kemoterapi hingga radioterapi yang dijalaninya, kondisi tubuh Cecil terus memburuk. Tubuhnya turun sekitar 15 kilogram, dia pun terpaksa makan dengan menggunakan selang. Meski kondisinya memburuk, semangat hidup Cecil tetap tinggi dan ini ditunjukkan melalui tulisan-tulisannya di blog.

Di paragraf terakhir, Cecil menulis, “Semoga share saya ini bisa menjadi pengalaman untuk yang sesama kanker lidah dan semoga kita semua bisa terus berjuang melawan penyakit ini”.

Cecil menghembuskan napas terakhirnya pada 26 Desember 2012 pukul 19.20 WIB dan dimakamkan Kamis (27/12) pagi.

Editor: | dalam: Issue |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »