Gunung Tunggang, salah satu lokasi buat pacaran remaja. (Andi S/JIBI.SOLOPOS)
Selasa, 25 Desember 2012 21:24 WIB Tim/JIBI/SOLOPOS Fokus Share :

PROSTITUSI PELAJAR DI WONOGIRI
Warnet Hingga Jalan Sepi Lokasi Favorit Buat Mesum

Gunung Tunggang, salah satu lokasi buat pacaran remaja. (Andi S/JIBI.SOLOPOS)

WONOGIRI–Salah warga Baturetno Wonogiri, Tarmuji, menyebut lokasi yang menjadi tempat favorit para pelajar untuk berpacaran hampir merata di Wonogiri. Ada hotel, rumah kosong, temat indekos serta warnet.

Lalu lokasi wisata, hutan, pegunungan, jalan yang sepi juga menjadi tempat favorit para pelajar. “Wonogiri ini kan lokasi geografisnya sangat luas. Jadi, banyak sekali tempat yang dijadikan lokasi mesum. Apalagi, rata-rata orangtua mereka kan boro, jadi pengawasan enggak ada,” katanya.

Sejumlah lokasi favorit yang menjadi mangkal para siswa-siswi berpacaran secara bebas antara lain Selo Belah, Jeblokan, Karang Tengah, di perbatasan Giriwoyo-Donorejo, kawasan Waduk Gajah Mungkur (WGM) wilayah Baturetno antara Desa Temon-Setrorejo, Baturetno, jalan terowongan di perbatasan Baturetno-Watuagung, kawasan Museum Karst Pracimantoro.

 

“Di perbatasan Giriwoyo-Donorejo [Pacitan], mereka melakukan seks bebas di motor dan di tepi jalan. Makanya, setiap hari ditemukan banyak kondom di sana,” paparnya.

 

Lokasi Favorit Berpacaran Kota Gaplek:

  1. Hotel, rumah kosong, tempat indekos serta warnet.
  2. Selo Belah, Jeblokan, Karang Tengah.
  3. Perbatasan Giriwoyo-Donorejo.
  4. Kawasan Waduk Gajah Mungkur (WGM) wilayah Baturetno.
  5. Perbatasan Desa Temon-Setrorejo, Baturetno.
  6. Jalan terowongan di perbatasan Baturetno-Watuagung.
  7. Kawasan Museum Karst Pracimantoro.

Sumber: diolah dari wawancara

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.NSC FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…