Ilustrasi Ilustrasi
Minggu, 23 Desember 2012 10:45 WIB Newswire/JIBI/Harian Jogja Kesehatan Share :

Remas Payudara Hentikan Tumbuhnya Sel Kanker

Ilustrasi

JAKARTA–Tidak harus dengan obat-obatan maha, teryata pijat dan remasan payudara bisa menjadi cara mudah mencegah kanker payudara karena tindakan ini bisa menghentikan tumbuhnya sel kanker payudara yang ganas.

Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa dengan sedikit menekan area payudara dapat mengembalikan sel payudara kembali ke pola yang normal. Penekanan itu dilakukan dalam bentuk meremas payudara. Para ilmuwan yakin bahwa ini dapat dijadikan sebagai pertanda untuk terapi baru yang akan diterapkan.

“Selama bertahun-tahun banyak orang paham bahwa melakukan penekanan terhadap tubuh dapat mempengaruhi tubuh,” kata pemimpin penelitian dari University of California di Berkeley, AS, Gautham Venugopalan.

“Saat kita melakukan angkat beban, otot kita bertambah besar. Tekanan gravitasi juga penting untuk menjaga kekuatan tulang. Ini adalah bukti bahwa tekanan terhadap tubuh memiliki dampak terhadap pertumbuhan sel, dalam hal ini adalah sel kanker,” urai Venugopalan.

Penelitian memperlihatkan bahwa dengan meremas, sel kanker yang ganas tumbuh dengan lebih normal dan terorganisir dengan lebih baik.

Namun para ilmuwan tidak membayangkan bahwa kanker payudara dapat dilawan dengan pakaian dalam yang terlalu menekan payudara.

“Bentuk tekanan ini belum tentu bisa menjadi terapi, namun ini menjadi salah satu petunjuk untuk menganalisa molekul dan struktur yang menjadi target terapi,” ujar koordinator laboratorium Berkeley, Profesor Daniel Fletcher.

Selain itu, para peneliti mendapatkan bahwa penggunaan obat untuk mencegah pertumbuhan sel kanker justru membalikan efek tekanan. Sel akan kembali tidak teratur dan sel kanker semakin ganas meskipun telah mendapatkan tekanan. (JIBI/Kabar24/Newswire)

Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perempuan, Kesenian, dan Estetika Pembebasan

Gagasan dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (12/8/2017). Esai ini karya Saifuddin Hafiz, perupa dan penikmat seni budaya yang tinggal di Solo. Solopos.com, SOLO–Sebagai wilayah netral gender kesenian tak lepas dari salah satu kreatornya, yaitu perempuan. Kesenian yang merupakan cermin dan…