Sabtu, 22 Desember 2012 13:44 WIB JIBI/SOLOPOS/dtc Peristiwa Share :

2013, Ada Kloter Haji Khusus Lansia

YOGYAKARTA — Pada pelaksanaan haji tahun 1434 H atau 2013, Kementerian Agama (Kemenag) akan menyediakan kloter khusus jamaah lanjut usia (lansia). Fasilitas yang diberikan khusus jamaah lansia ini hampir menyamai dengan jamaah haji plus.

“Tahun depan kita akan membuat kloter lansia. Tujuannya untuk meningkatkan masalah pengawasan kesehatan dan keamanan yang lebih baik,” ungkap Direktur Jendral Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU), Anggito Abimanyu di sela-sela Seminar Nasional Perhajian di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sabtu (22/12/2012).

Menurut Anggito kloter khusus lansia tersebut mendesak untuk diadakan sebab masih ada ribuan calon jamaah haji yang berusia sekitar 82 tahun. Saat melaksanakan haji, masa tinggal mereka lebih pendek sekitar 20-an hari dan tidak 40 hari lagi.

“Istilahnya last in, first out. Masuk terakhir, pulang duluan,” katanya.

Dia mengatakan kloter khusus untuk lansia ini akan ditempatkan dalam satu kloter atau tidak lagi dicampur dengan kloter haji reguler seperti sekarang ini. Diperkirakan calon jamaah yang berusia 80 tahun ke atas sekitar 6 ribu-8 ribu.

“Yang bisa kita realisasikan sekitar 6-8 ribu dulu. Jumlah tersebut sudah sama pendamping atau tidak sendirian. Ini juga sebagai bagian dari peningkatan dan pengawasan kesehatan agar lebih baik,” katanya.

Menurut Anggito, pihaknya juga berencana akan menyewa satu hotel untuk menampung para jamaah lansia. Hotel tersebut akan disediakan berbagai fasilitas untuk para jemaah sehingga jemaah bisa berkonsentrasi melakukan ibadah.

“Jika kita menyewa satu hotel penuh, kita bisa mendirikan tempat perawatan bagi jamaah haji yang selama ini hanya di kamar-kamar hotel,” katanya.

Para jemaah haji lansia ini lagi lanjut dia, tidak perlu mendaftar melalui sistem komputerisasi haji terpadu (Siskohat). Mereka bisa langsung mendaftar dan bisa berangkat tahun itu juga.

Dia menambahkan transportasi, dia menegaskan tidak akan menggunakan bus Abu Sarhad lagi. Sebab banyak bus yang berumur tua dan bagasi kecil. Akibatnya banyak tas milik jamaah yang tidak terangkut. Sedangkan masalah pemondokan untuk hotel transit di Jeddah akan dihilangkan karena banyaknya masalah. Kalau ada yang berangkat dan pulang dari Jeddah akan diinapkan di Makkah. Sebab pemondokan di Makkah sudah disewa selama musim haji juga.

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…