Ilustrasi (Indah Septiyaning W/JIBI/SOLOPOS) Ilustrasi (Indah Septiyaning W/JIBI/SOLOPOS)
Rabu, 19 Desember 2012 09:18 WIB Ivan Andimuhtarom/JIBI/SOLOPOS Klaten Share :

Antisipasi Banjir, Cawas Bentuk Tim Tanggap Bencana

Ilustrasi (Indah Septiyaning W/JIBI/SOLOPOS)

KLATEN--Pemerintah Kecamatan Cawas berkoordinasi dengan berbagai elemen masyarakat membentuk tim tanggap bencana untuk mengantisipasi banjir tahunan yang melanda Cawas selama beberapa tahun terakhir.

Persiapan sumber daya manusia (SDM) dan peralatan telah disiapkan di masing-masing desa.

Camat Cawas, Muchamad Nasir, 45, ketika ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Selasa (18/12/2012), mengatakan peralatan seperti karung goni, bronjong kawat, cangkul, sekop dan lain sebagainya telah diajukan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten. Semua alat itu sebagai antisipasi, khususnya untuk menahan laju air yang mungkin meluap dari tanggul sungai yang jebol.

“Kami juga menghubungi komunitas tanggap bencana (KTB) Cawas. Kami juga berkoordinasi dengan para kepala desa khususnya yang wilayahnya jadi langganan banjir,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hampir semua wilayah di Kecamatan Cawas berpotensi terserang banjir saat hujan mulai deras. Di wilayah selatan, papar dia, Desa Kedungampel, Nanggulan dan Bendungan rawan terkena luapan Kali Jaran. Sedangkan di bagian timur, Desa Bogor, Tlingsing dan Japanan puluhan hentare padi berpotensi gagal panen karena terendam air.

“Di dekat Pasar Cawas itu, kalau hujan deras, juga bisa banjir. Kalau di daerah utara, Desa Gombang dan Bogor berpotensi dulu sering terkena banjir. Namun, beberapa waktu ini, tanggul-tanggul telah diperbaiki. Semoga tidak ada banjir lagi,” terang dia.

Kades Japanan, Sugino, 46, dijumpai Solopos.com di Kantor Kecamatan Cawas mengatakan banjir yang melanda areal persawahan di desanya menjadi menu tahunan bagi para petani. Sekitar 15-20 hektare sawah terpaksa gagal panen saat banjir menerpa.

“Tanggul sudah ditinggikan. Saat ini masih aman. Semoga besok tidak banjir lagi. Kasihan para petani kalau harus gagal panen,” kata dia.

lowongan kerja
lowongan kerja Guru, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…