PILKADES WONOGIRI
7 KECAMATAN Rawan Judi Botoh

Petugas menyiapkan bilik suara di tempat pemungutan suara Balai Desa Pare, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Selasa (18/12). Pemilihan kepada desa (Pilkades) Kabupaten Wonogiri diikuti 194 calon kepala desa (kades) dari 88 desa. (JIBI/SOLOPOS/Dwi Prasetya)Petugas menyiapkan bilik suara di tempat pemungutan suara Balai Desa Pare, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Selasa (18/12). Pemilihan kepada desa (Pilkades) Kabupaten Wonogiri diikuti 194 calon kepala desa (kades) dari 88 desa. (JIBI/SOLOPOS/Dwi Prasetya)

WONOGIRI—Tujuh kecamatan di Wonogiri rawan dengan perjudian botoh (pertaruhan) dalam Pilkades Wonogiri yang akan digelar Rabu (19/12/2012) besok.

Polres Wonogiri telah memetakan lokasi kerawanan Pilkades. Jenis kerawanan itu antara lain meliputi dugaan kecurangan, gesekan antarcalon atau antarpendukung dan perjudian atau botoh.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Selasa (18/12), dugaan kecurangan tersebar di 24 kecamatan yang besok menggelar Pilkades, kerawanan gesekan antarcalon terjadi di Selogiri, Girimarto dan Jatisrono dan perjudian atau botoh terjadi di Puhpelem, Purwantoro, Kismantoro, Bulukerto, Giriwoyo, Karangtengah dan Pracimantoro.

Sedikitnya 600-an personel polisi diturunkan untuk mengamankan pelaksanaan pilkades di 88 desa yang tersebar di 24 kecamatan dari 25 kecamatan di Wonogiri. Sebelum diturunkan, mereka diberi bekal tentang tugas dan kewenangannya selama berada di lokasi pilkades.

Mereka dikumpulkan di Mapolres dan diberangkatkan oleh Wakapolres Wonogiri, Kompol H Maulud mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Tanti Setyani.

“Ingat tugas anda (polisi) semua adalah mengamankan pelaksanaan pilkades. Mengantisipasi kemungkinan kerusuhan jangan sampai terjadi di Wonogiri, jangan seperti daerah lain. Di Semarang terjadi kerusuhan antarpendukung sehingga saling membunuh. Hal seperti itu harus diantisipasi,” tegas Wakapolres, Selasa (18/12).

Walau hujan deras mengguyur Wonogiri, Selasa, personel polisi berkumpul di Mapolres. Karenanya banyak personel yang baju dan seragamnya basah. Wakapolres berpesan agar personel di lapangan selalu berkoordinasi dengan atasan maupun Polres jika melihat situasi membahayakan.

“Jika melihat dampak akan terjadi pengerahan massa silakan lapor ke Polres. Layani masyarakat dengan bijak dan berhati-hati dalam menjalankan tugas karena bertepatan musim penghujan.”

Dijelaskannya, setiap desa akan dijaga oleh enam orang sampai tujuh personel polisi ditambah dengan personel linmas (perlindungan masyarakat) dan TNI. “Dua peleton pasukan dalmas (pengendali massa) akan disiapkan di Mako (Polres-red) ataupun di Jatisrono dan Baturetno. Semua akan disesuaikan dengan situasi di lapangan.”

Sementara itu, Ketua Pilkades Pare, Kecamatan Selogiri, Ngatno menyatakan, panitia menyiapkan tiga mobil untuk menjemput para pemilih.

Editor: | dalam: Wonogiri |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »