DAERAH ISTIMEWA SURAKARTA
Tahun Depan, Yusril Siap Ajukan Uji Materi

Yusril-Ihza-Mahendra.jpg

KARANGANYAR-Mantan Menteri Kehakiman dan HAM (Menkumham), Yusril Ihza Mahendra, menyatakan wacana pembentukan daerah istimewa Surakarta (DIS) realistis diwujudkan.

Keyakinan Yusril dilandasi aspek historis dan perundang-undangan yang mengakui adanya DIS. “Saya pikir DIS sesuatu yang realistis diwujudkan karena secara historis dan perundang-undangan itu kan pernah ada. Tapi kemudian tenggelam dengan janji akan diselesaikan dan dibentuk kembali dengan peraturan perundang-undangan,” katanya ditemui wartawan seusai menjadi pembicara dalam diskusi panel
DIS Dalam Bingkai NKRI, Sabtu (15/12), di Universitas Surakarta (Unsa).

Apalagi belakangan, dia melanjutkan, ada semangat masyarakat untuk menghidupkan kembali DIS. Yusril menjelaskan, ada dua jalan yang akan ditempuh untuk menghidupkan DIS.

Salah satunya dengan melakukan uji materi terhadap undang-undang pembentukan Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Tindak lanjut dari langkah ini bila dikabulkan MK adalah dengan peraturan perundangan untuk mengatur keistimewaan Surakarta.

Yusril mengaku masih mempelajari opsi tersebut. Dia menargetkan langkah tersebut bisa dilakukan awal tahun depan. Disinggung pertimbangan hukum langkah tersebut, menurut Yusril karena ada aspek peraturan perundangan tersebut yang memungkinkan diuji keberlakuannya maupun pembatalannya terhadap UUD 1945.

“Kita akan uji di MK, DIS itu kan amanat UUD,” imbuhnya.
Hanya saja Yusril mengakui harus sangat teliti sebelum mengambil langkah tersebut supaya tidak ada celah untuk membantah. UU pembentukan Provinsi Jateng menjadi fokus dia.

Sedangkan Ketua Eksekutif Lembaga HukumKeraton, KP Eddy Wirabhumi, mengakui pihaknya masih pada tahap mematangkan konsep gugatan. “Kami harus lengkap betul konsep gugatannya, argumentasi harus berlapis lapis sehingga tidak terbantahkan,” jelasnya.

Selain mengajukan uji materil UU, Eddy menerangkan, yang tidak kalah penting yakni mengedukasi masyarakat Soloraya utamanya ihwal DIS, konsekuensi dan manfaatnya nanti. “Pengaju uji materiil nanti atas nama. Mbak Moeng dan perwakilan masyarakat Soloraya. Profesor Yusril bertindak sebagai pemegang kuasa dari penggugat,” terang dia. Kurniawan/JIBI/SOLOPOS

Lowongan Kerja
Salesman / Girl Executive Honda Bintang, informasi selengkapnya

KLIK DISINI

Editor: | dalam: Solo |

5 Komentar pada “DAERAH ISTIMEWA SURAKARTA: Tahun Depan, Yusril Siap Ajukan Uji Materi”

  1. intan
    17 Desember 2012 pukul 13:02

    Sbg orang Solo saya jadi bingung. Pengembalian DIS ini memang kehendak masyarakat atau kemauan sebagian Keluarga Keraton ?? Lha kalau masy tidak setuju bagaimana ? Kasus DIS tidak bisa disamakan dg Keistimewaan Yogya, sangat jauh berbeda. Di DIY masyarakat dr berbagai kalangan jelas-jelas mendukung Sultan, Kraton dan DIY. Apa iya masy Wonogiri, Klaten, Sragen, Boyolali ngengkuyung Sunan dan Kasunanan ???

  2. hariyanto
    17 Desember 2012 pukul 13:15

    Saya katakan TIDAK pada DIS, tetapi saya katakan YA pada Provinsi Soloraya. Bagi saya, DIS hanyalah siasat Trah Pakubuwono utk kembali berkuasa. Lihat sekarang, nggak punya kekuasaan saja antar mereka saling gontok-gontokan, apalagi jika sudah berkuasa.

  3. azi
    23 Desember 2012 pukul 01:50

    yusrik mo cari muka ya? pengen dapat gelar bangsawan?? atau mau bikin onar/resah rakyat solo ya? ngaca dulu dong!!!..udah didukung rakyat???? apa udah bisa mengayomi rakyat??? bisa ngak mensejahterakan rakyat?????? didalamnya aja pada tidak malu berebut kekuasaan!…eeee mau minta di DIS!!! perasaan yusril mau bikin keramaian/pasar malam disolo nih… ..,seperti ini aja rakyat udah tenang,jadi rakyat solo hati2,jgn mudah diprovokasi ama yusril!,

  4. Muhammad Julijanto
    27 Desember 2012 pukul 12:06

    kita tidak perlu prasangka yang macem-macem tapi kalau ini baik mengapa tidak untuk memperkuat

  5. Yasa
    19 Januari 2013 pukul 20:23

    setuju “pengembalian” DIS….tapi gubernur tetap dipilih rakyat, Sunan terbatas menjadi wali adat saja…. Solo adalah negeri pertama yang menyatakan bergabung dgn NKRI pada 1 september 45, sementara jogja baru mengeluarkan pernyataan serupa 4 hari kemudian pada 5 september 45. DIS dibubarkan karna tuntutan orang komunis dibawah tan malaka,. pemerintah berjanji mengembalikan DIS setelah aman, tapi sampai sekarang tak terealisasi……

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

Menarik Juga »