POLEMIK AIR COKRO
Kontribusi Seikhlasnya, Pasokan Air Juga Seikhlasnya, Kata Bupati Klaten

Bupati Klaten Sunarna (Dok/JIBI/Solopos)Bupati Klaten Sunarna (Dok/JIBI/Solopos)

Sunarna (JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto)

KLATEN — Bupati Klaten, Sunarna, menegaskan bahwa jika kontribusi dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Solo seikhlasnya, pihaknya juga bakal memasok air seikhlasnya dari Umbul Cokro ke wilayah Solo.

Hal itu ditegaskan Sunarna kepada Solopos.com, Kamis (13/12/2012). Sunarna mengakui buntunya mediasi yang difasilitasi Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKD) dikarenakan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten sama-sama kukuh dengan pendiriannya. Pemkot Solo bersedia membayar kontribusi asalkan tanpa ada patokan biaya. Pemkot Solo berdalih kontribusi tersebut merupakan sumbangan dari pihak ketiga yang besarnya tidak mengikat. Sementara Pemkab Klaten bersikukuh meminta kontribusi sesuai dengan rumus yang disepakati sebelumnya dengan PDAM Solo yakni 15% x tarif dasar air (TDA) x jumlah air yang diproduksi. Minimal, Pemkab Klaten meminta kontribusi yang besarnya sama dengan yang diterimanya dari PDAM Solo pada 2011 lalu yakni Rp2,1 miliar.

“Sumber daya [Umbul Cokro] itu ada di Klaten. Sebenarnya mereka [PDAM Solo] yang butuh air itu tetapi mereka justru ingin mengatur kita. Kalau mereka mau memberikan kontribusi seikhlasnya, kita juga akan berikan air itu seikhlasnya kepada mereka. Dengan begitu, kita sama-sama ikhlas,” ujar Sunarna.

Sunarna mengakui tingginya debit air dari Umbul Cokro yang dibawa ke wilayah Solo membawa dampak buruk bagi lahan pertanian di Klaten. Lahan pertanian di empat kecamatan yakni Polanharjo, Delanggu, Wonosari, dan Juwiring selama ini banyak bergantung pada debit air di Sungai Pusur yang bersumber dari Umbul Cokro. “Sudah tiga tahun ini, kalau musim kemarau, air sudah tidak sampai di Desa Bolopleret dan desa-desa sekitarnya di Kecamatan Juwiring. Kalau kebutuhan air untuk pertanian di Klaten sudah tercukupi, air dari Umbul Cokro baru bisa kita sumbangkan ke PDAM Solo dengan ukuran seikhlas kami tentunya,” tegas Sunarna.

Editor: | dalam: Klaten |

5 Komentar pada “POLEMIK AIR COKRO: Kontribusi Seikhlasnya, Pasokan Air Juga Seikhlasnya, Kata Bupati Klaten”

  1. honocoroko
    14 Desember 2012 pukul 19:28

    inilah dampak biaya tinggi politik,sehingga di upayakan mencari ganti,serta dampak negatif otonomi daerah yg kebablasan sehingga seperti raja raja kecil di daerahnya,seolah terpisah dari NKRI. Air cokro itu disalurkan ke solo sejak jaman belanda ,tak ada tuntutan dari ,masyarakat klaten..jaman orba lebih baik kesatuannya dari dari sekarang ( desentralisasi)

    • tarkus
      14 Desember 2012 pukul 22:42

      Mendingan nggo nyawah nyang klaten mas drpada dikekne malah didol tur klaten ra entok opo2..

    • BEP
      14 Desember 2012 pukul 22:46

      mungkin debit air yg mengalir ke PDAM Solo jg gk sbesar skrg klo d bnding jman belanda sdangkan debit air yg kluar dr umbul cokro tetap sma.smentara daerah2 prtanian d klaten sndri yg dkt dgn umbul cokro bnyk yg kekeringan alias kekurang pasokan air.klo menurut saya utamakan yg dekat dulu, sisanya bru bsa d pasok yg jauh.

  2. babiabuh
    20 Desember 2012 pukul 12:59

    daripada untuk rakyat mendingan di jual aja ke perusahaan air mineral, kan lebih untung gede tuh. toh sama saja di alirkan ke solo atau enggak rakyat klaten juga gak kebagian air nantinya.

  3. jowoasli
    6 Januari 2013 pukul 08:46

    bupati ne jenenge wae sunarna? wah wong sunda mesti.

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan Baris
Menarik Juga »