Kamis, 13 Desember 2012 15:41 WIB Nenden Sekar Arum N/JIBI/SOLOPOS Pendidikan Share :

Dubes Jepang Dukung Pusat Studi Jepang UNS

SOLO — Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yoshinori Katori, mengapresiasi pembentukan pusat studi Jepang di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Pusat studi itu telah diresmikan bersamaan dengan seminar internasional Seminar Internasional Tradisi Wewangian Tradisional Jawa – Jepang di Kusuma Sahid Prince Hotel, Kamis (13/12/2012).

Yoshinori berharap dengan dibangunnya pusat studi itu dapat meningkatkan kerja sama antara dua negara serta berperan dalam pengembangan kebudayaan Jepang dan Jawa. Selain itu dengan banyaknya jumlah dosen asal Indonesia atau secara khusus dosen UNS yang belajar di Jepang merupakan salah satu indikator hubungan baik antara Indonesia dan Jepang.

“Kami senang banyak lulusan Jepang dari Indonesia yang belajar dalam berbagai bidang,” jelasnya saat jumpa pers seusai pembukaan seminar internasional, Kamis.

Hingga saat ini, Yoshinori mengaku tidak memiliki data secara rinci mengenai jumlah pusat studi kajian Jepang yang didirikan di Indonesia. Karena selama ini Kedutaan Besar hanya berperan untuk membantu dan mendukung pengembangan kerja sama. Sedangkan mengenai pembentukan pusat studi Jepang, semuanya diserahkan kepada masing-masing universitas untuk melakukan kerja sama dan berinisiatif membuat kajian mengenai Jepang.

“Kami biasanya membantu dengan menyediakan buku-buku referensi serta menjadi pengisi ceramah,” jelasnya.

Meski demikian, Yoshinori memastikan ada beberapa universitas di Indonesia yang memiliki dosen alumni universitas di Jepang, antara lain Universitas Indonesia Jakarta dan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Selain itu, di Jepang juga telah banyak universitas yang membuka kajian tentang Asia dan khususnya Indonesia.

Rektor UNS, Ravik Karsidi, memaparkan selain ada sekitar 20 dosen UNS yang merupakan lulusan universitas di Jepang, hingga saat ini ada juga 10 mahasiswa asal Jepang yang belajar di UNS. Sebagian besar mengambil kursus bahasa dan budaya, dan dua mahasiswa lainnya telah mengambil program magister.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…