Penanaman padi dilakukan di area persawahan Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Selasa (11/12/2012). Lokasi tersebut berada di sebelah selatan jalur tol Solo-Kertosono. (Oriza Vilosa/JIBI/SOLOPOS) Penanaman padi dilakukan di area persawahan Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Selasa (11/12/2012). Lokasi tersebut berada di sebelah selatan jalur tol Solo-Kertosono. (Oriza Vilosa/JIBI/SOLOPOS)
Rabu, 12 Desember 2012 08:58 WIB Oriza Vilosa/JIBI/SOLOPOS Boyolali Share :

Irigasi Kacau, Petani di Pandeyan Tunda Tanam Padi


Penanaman padi dilakukan di area persawahan Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Selasa (11/12/2012). Lokasi tersebut berada di sebelah selatan jalur tol Solo-Kertosono. (Oriza Vilosa/JIBI/SOLOPOS)

BOYOLALI--Sejumlah petani di Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali terpaksa menunda menanam padi pada musim tanam.  Hal itu disebabkan petani was-was lantaran saluran irigasi belum lancar seiring pembangunan Tol Solo-Kertosono (Soker).

Salah satu penggarap sawah di Desa Pandeyan, Ngadiyono, 55, mengatakan dirinya terpaksa menunda menanam padi hingga saluran air dipastikan aman bagi tanaman.

“Lahan garapan saya keluberan air dan lagi traktor untuk mengolah tanah tak bisa masuk karena tak ada jalan, ada jalan dari muka jalan besar tapi melintasi sawah yang sudah ditanami,” jelasnya kepada Solopos.com, Selasa (11/12/2012).

Petani lainnya, Ratmin, 50, menjelaskan saluran irigasi yang terkena jalur tol telah diganti. Sayangnya, saluran baru dikatakannya belum berfungsi sebagaimana sebelum proyek tol dilangsungkan.  “Ada itu punya Pak Parmin yang padinya mati karena keluberan air.”

Semestinya, lanjut Ratmin, saluran irigasi mampu menopang sirkulasi air. Saluran ideal itu dijelaskannya bisa mengalirkan air ke lahan pertanian secukupnya dilengkapi saluran pembuangan air jika dinilai pasokan cukup. “Harusnya air lewat tak sampai kembeng. Untuk punya saya memang belum tanam karena tak bisa ditanami lahannya, karena kondisi seperti itu,” tandasnya.

Sementara Wongso Surip, 88, petani di Desa Donohudan, Ngemplak, menerangkan kasus irigasi sawah sebelah selatan jalur tol dan berbeda dengan sawah di sebelah utara tol.

“Yang utara malah terlalu banyak air sebaliknya yang selatan kekurangan. Harapannya ya dibangun jalan bagus tapi irigasinya juga harus bagus.”

Sebelumnya, Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pengguna Air (GP2A) Waduk Cengklik, Samidi, mengungkapkan desain irigasi yang dibangun pelaksana tol Soker tak sesuai dengan desain irigasi sebelumnya. Lantaran dianggap menyalahi aturan pengelolaan sumber daya air, saluran irigasi baru itu diminta Samidi dibongkar paling lambat 15 Desember 2012 ini.

lowongan kerja
lowongan kerja PT AMALIA SURYA CEMERLANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

Leave a Reply



iklan-mbile-1-copy

Kolom

GAGASAN
Audit Menyeluruh Pelayanan Imunisasi

Gagasan Solopos, Kamis (30/6/2016), Giat Purwoatmodjo. Dosen di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Solopos.com, SOLO — Jajaran Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) menangkap 13 orang karena terlibat pembuatan dan…