Aktivitas perdagangan sapi di Pasar Hewan Sunggingan. Harga sapi tiap ekor anjlok Rp500 ribu – Rp1 juta. Foto diambil Minggu (9/12/2012). (JIBI/SOLOPOS/Mahardini Nur Afifah)
Minggu, 9 Desember 2012 21:16 WIB Mahardini Nur Afifah/JIBI/SOLOPOS Boyolali Share :

Harga Sapi di Sunggingan Anjlok Rp500.000 – Rp1 Juta

Aktivitas perdagangan sapi di Pasar Hewan Sunggingan. Harga sapi tiap ekor anjlok Rp500 ribu – Rp1 juta. Foto diambil Minggu (9/12/2012). (JIBI/SOLOPOS/Mahardini Nur Afifah)

BOYOLALI — Selama tiga kali pasaran terakhir, harga penjualan sapi di Pasar Hewan Sunggingan, Boyolali mengalami penurunan Rp500.000 – Rp1 juta tiap ekor. Penurunan harga diprediksi terjadi hingga pertengahan Desember 2012.

Kepala Pasar Hewan Sunggingan, Teguh Siswanto, kepada Solopos.com menjelaskan penurunan harga yang terjadi selama tiga pasaran ini juga mempengaruhi kunjungan ke Pasar Hewan Sumberlawang, Sragen. “Harganya sudah anjlok selama tiga pahing. Hari ini jumlah sapi yang masuk kurang lebih 900 ekor sapi. Padahal biasanya sampai 1.000 ekor lebih. Penjualan hari ini juga lebih lesu dibandingkan biasanya. Sampai pukul 13.00 WIB baru 200 ekor sapi yang terjual,” paparnya.

Menurut Teguh, kebanyakan penjual dan pembeli sapi yang datang ke Pasar Hewan Sunggingan masih enggan melakukan transaksi karena harga belum stabil. “Harganya masih anjlok dan belum stabil, jadi penjual juga masih enggan melepas sapinya. Pembeli yang datang juga tidak seramai biasanya,” ungkapnya.

Salah seorang pembeli sapi asal Cepogo, Sumadi, 56, mengaku sengaja datang ke untuk mengisi kekosongan kandangnya pada saat harga sapi sedang jatuh. “Saya sengaja ke sini membeli sapi karena harganya sedang murah. Kebetulan sapi di rumah sudah saya jual pada waktu Idul Adha. Sapi perah umur kurang lebih satu tahun yang kualitasnya bagus ini saya beli Rp7 juta. Padahal biasanya sampai Rp8 juta,” tandasnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.NSC FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…