Pengelola Hugo's Cafe Dalami Pembunuhan

Ilustrasi (yogyakarta.panduanwisata.com)Ilustrasi (yogyakarta.panduanwisata.com)

Ilustrasi (yogyakarta.panduanwisata.com)

SLEMAN-Pembunuhan terhadap Aditiya Bisma, 21, warga Bali di kompleks Hugo’s Cafe Jogja belum diketahui pengelola tempat hiburan itu.

Bagian Promosi Hugo’s Cafe, Chikon,  mengaku belum mengetahui kejadian detail terkait dengan pembunuhan pengunjung tempat hiburan malam tersebut, Jumat (7/12/2012) dini hari tadi. Namun demikian, ia mengaku peristiwa tersebut akan menjadi perhatian serius pihak pengelola Hugo’s Cafe.

“Kejadiannya sudah ditangani polisi. Yang jelas nanti ada upaya yang dilakukan dari Hugo’s,” katanya. Namun, Upaya apa yang akan dilakukan, Chikon mengaku belum bisa menjelaskan detail. “Masalahnya kita kejadiannya aja belum tahu pasti. Nanti akan dibicarakan dengan bagian khusus yang berwewenang menangani kasus ini,” jelas Chikon.

Editor: | dalam: Peristiwa |

4 Komentar pada “Pengelola Hugo’s Cafe Dalami Pembunuhan”

  1. esther
    9 Desember 2012 pukul 19:40

    Pihak mau tidak mau harus tetap bertanggung jawab juga, bagaimanapun TKP ada dibawah otorisasi mereka, selesaikan kasus hingga tuntas bila ingin citra Hugos kembali pulih sbg tempat nongkrong dan pengadaan berbagai event yang aman dan bertanggung jawab !

  2. Ir Himawan Pudya Kelana, SH, SE, MM
    12 Desember 2012 pukul 01:43

    SEHARUSNYA, berdasarkan:
    1. Rekaman CCTV yang ada,
    2. Sidik jari pelaku pada beton yang digunakan,
    3. Keterangan2 saksi,
    saya yakin POLDA DIY akan mampu segera menemukan pelakunya.
    Pembunuhan di Hugos tsb termasuk pembunuhan paling sadis di Yogya; seperti pembunuhan yang dilakukan oleh anggota PKI zaman dulu……

  3. MR KOMENTAR
    12 Desember 2012 pukul 18:08

    Berdasarkan informasi dari media massa, maka dapat disimpulkan bahwa pembunuhan terhadap Aditiya Bhisma di Hugos Cafe Yogyakarta, merupakan “kekerasan kolektif”. Artinya, kekerasan atau pembunuhan tersebut dilakukan oleh “kelompok orang” tertentu.
    Pengalaman dari kasus-kasus pembunuhan di Yogyakarta oleh gang (gang bentukan parpol, gang preman, gang siswa SLTA, dan gang etnis); biasanya menggunakan senjata tajam (bukan beton atau batu yang diambil sembarangan di sekitar TKP). Nah, pembunuhan di Hugos ini aneh, karena pembunuh tidak menggunakan senjata tajam, tapi menggunakan beton pembatas parkir. Jadi korban (Aditiya) dikeroyok, begitu sempoyongan dan jatuh langsung kepala korban dipukuli ramai-ramai oleh kelompok itu, sampai kepala korban pecah dan meninggal di tempat.
    Anda pengen tahu kan, “kelompok orang” tersebut siapa???? Ya tunggu saja saatnya, sebentar lagi pasti Polda DIY akan mampu mengungkap kelompok itu. Kalau Anda mau nebak-nebak silakan, tapi jangan menuduh. Yaa, belajar jadi detektif laaah.

  4. agha
    20 Desember 2012 pukul 00:48

    KENAPA ORANG SEBAIK DIA (adhtya bisma) HARUS PERGI SECEPAT ITU ???????????????? :(
    06 – 12 – 2012
    “KAU SELALU ADA DIHATI KAMI”

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan Baris

    No items.

Menarik Juga »