Anggota Komisi X DPR, Dedi "Miing" Gumelar menjawab pertanyaan wartawan di Balaikota Solo saat hadir dalam uji publik rencana penerapan Kurikulum 2013. (JIBI/SOLOPOS/Chrisna Chanis Cara) Anggota Komisi X DPR, Dedi "Miing" Gumelar menjawab pertanyaan wartawan di Balaikota Solo saat hadir dalam uji publik rencana penerapan Kurikulum 2013. (JIBI/SOLOPOS/Chrisna Chanis Cara)
Jumat, 7 Desember 2012 20:04 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/SOLOPOS Pendidikan Share :

KURIKULUM 2013
Kualitas dan Kuantitas Guru Belum Merata, DPR Pesimistis

Anggota Komisi X DPR, Dedi “Miing” Gumelar menjawab pertanyaan wartawan di Balaikota Solo saat hadir dalam uji publik rencana penerapan Kurikulum 2013. (JIBI/SOLOPOS/Chrisna Chanis Cara)

SOLO – Wacana pengguliran kurikulum baru pada 2013 terus menimbulkan pro dan kontra. Kalangan DPR terang-terangan menunjukkan sikap pesimisnya terkait rencana tersebut. Legislatif menilai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) belum membenahi kualitas guru yang menjadi faktor utama keberhasilan kurikulum baru.

“Kami lihat pemerintah terburu-buru. Apapun bentuk kurikulumnya, sumber daya manusia (SDM)-nya lah yang harus dibenahi dulu,” ujar anggota Komisi X DPR, Dedi “Miing” Gumelar, saat ditemui di sela-sela uji publik mengenai kurikulum baru di Balaikota Solo, Jumat (7/12/2012). Pihaknya melihat sejauh ini kualitas dan kuantitas guru di Indonesia belum merata. Miing pun ragu dengan efektivitas pelatihan yang dirancang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), M Nuh.

Diketahui, Mendikbud berencana melatih 350.000 master teacher selama enam bulan menjelang penerapan kurikulum baru. “Padahal guru yang kita miliki sampai 2,9 juta orang. Dengan cakupan pelatihan dan waktu enam bulan, apa benar bisa optimal? Kurikulum bagus tapi penyampaiannya jelek sama saja nol,” tukasnya. Sebelum menerapkan kurikulum baru pada Juni 2013, DPR mewanti-wanti pemerintah agar mendengar semua aspirasi yang ada. Pasalnya DPR sempat kecewa lantaran tak dilibatkan dalam perencanaan kurikulum tersebut. “Pemerintah langsung jalan sendiri, padahal kami juga menampung aspirasi,” tutur Miing. Lebih lanjut, ia meyakini kurikulum baru belum sepenuhnya final. “Belum dipastikan. Masih harus melewati serangkaian uji publik,” katanya.

Selain mengritisi waktu penerapannya, DPR menyorot konsep kurikulum tersebut. Menurut Miing, scientific approach (pendekatan ilmiah) yang dicanangkan Mendikbud kurang pas dengan kondisi Indonesia. Miing menilai pendekatan budaya yang mengutamakan rasa lebih cocok diterapkan pada anak didik. “Tengok China, 15 tahun terkahir mereka membangun pendidikannya dari attitude dan berhasil. Kurikulum kita saat ini menafikan kodrat Tuhan. Memang kita banyak orang pintar, tapi sedikit orang benar.”

lowongan kerja
lowongan kerja TUNAS JAYA MOTOR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

Leave a Reply



sepatu1

Kolom

GAGASAN
Plus Minus Siaran Langsung Kasus Ahok

Gagasan Solopos, Senin (19/12/2016),  Algooth Putranto. Pengajar Ilmu Komunikasi, pernah menjadi analis di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Solopos.com, SOLO — Kasus dugaan penistaan agama (blasphemy) di Indonesia bukan hal yang baru. Delik usang ini sama tuanya dengan sejarah eksistensi…