KASUS PASANGAN MESUM Masih Terbanyak dalam Daftar Penyakit Masyarakat di Wonogiri

Pasangan muda-mudi menyaksikan pemandangan  Waduk Gajah Mungkur di Tower Plataran Sawah (Plasa) Wonogiri. Lokasi ini merupakan titik fokus patroli Polres Wonogiri karena wilayah ini merupakan salah satu titik rawan tindakan asusila di Kecamatan Wonogiri. Foto diambil beberapa waktu lalu.(JIBI/SOLOPOS/Andi Sumarsono)Pasangan muda-mudi menyaksikan pemandangan Waduk Gajah Mungkur di Tower Plataran Sawah (Plasa) Wonogiri. Lokasi ini merupakan titik fokus patroli Polres Wonogiri karena wilayah ini merupakan salah satu titik rawan tindakan asusila di Kecamatan Wonogiri. Foto diambil beberapa waktu lalu.(JIBI/SOLOPOS/Andi Sumarsono)

Pasangan muda-mudi menyaksikan pemandangan Waduk Gajah Mungkur di Tower Plataran Sawah (Plasa) Wonogiri. Lokasi ini merupakan titik fokus patroli Polres Wonogiri karena wilayah ini merupakan salah satu titik rawan tindakan asusila di Kecamatan Wonogiri. Foto diambil beberapa waktu lalu.(JIBI/SOLOPOS/Andi Sumarsono)

WONOGIRI — Jumlah pasangan mesum yang tertangkap tahun ini sampai November tahun ini sebanyak 43 pasang. Jumlah itu menurun jika dibandingkan tahun lalu sebanyak 60 pasang. Namun jika dibandingkan dengan jumlah kasus penyakit masyarakat lainnya, kasus pasangan mesum masih menempati urutan daftar tertinggi kasus penyakit masyarakat (pekat) di Wonogiri.

Kasat Sabhara Polres Wonogiri, AKP Sali, kepada Solopos.com mengatakan pengemis, gelandangan, orang terlantar (PGOT), yang tertangkap pihak berwajib jumlahnya belum sebanyak pasangan mesum yang tertangkap. Sali menjelaskan mayoritas pasangan mesum berusia 50 tahun ke atas dan paling banyak tertangkap di wilayah Kecamatan Wonogiri.

Menurutnya, pasangan mesum mayoritas sudah berkeluarga, namun ada juga pasangan remaja yang tertangkap. Sali menjelaskan pasangan mesum sudah mendapat pembinaan, dia mengusulkan perlu ada aturan tegas yang bisa membuat efek jera pasangan mesum di Wonogiri. Sali enggan mengatakan jumlah pasangan mesum yang tertangkap operasi pekat di kabupaten lain.

Selain itu, pihaknya mulai menggencarkan operasi ke warung internet (warnet). “Kami terus sosialisasikan bilik warnet jangan terlalu tinggi,” ujarnya mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Tanti Septiyani. Pencegahan kasus asusila juga gencar dilakukan dengan penyuluhan kepada warga maupun anak sekolah.

Sali menambahkan, PSK yang beroperasi terselubung di Pasar Wonogiri lantai III berasal dari luar wilayah Wonogiri. Sali menjelaskan ada empat titik yang menjadi tempat rawan mesum yaitu hotel di wilayah Wonogiri, Pasar Wonogiri lantai III, Bukit Gunung Gandhul dan Tower Plataran Sawah (Plasa) Waduk Gajah Mungkur. “Sementara kami masih fokus ke empat wilayah itu dan wilayah rawan di daerah kami serahkan Polsek setempat,” ujarnya.

Editor: | dalam: Wonogiri |

6 Komentar pada “KASUS PASANGAN MESUM Masih Terbanyak dalam Daftar Penyakit Masyarakat di Wonogiri”

  1. tjah ngladrah
    9 Desember 2012 pukul 00:57

    wes bancene, ndonyo san soyo tuwo, san soyo bubrah sak isine,

  2. fadil
    9 Desember 2012 pukul 01:38

    Orang Wonogiri memang amit-amit

  3. gibran
    18 Desember 2012 pukul 12:13

    tanda2 kiamatnya Wonogiri

  4. Giri putro
    24 Desember 2012 pukul 20:06

    Sejatine wong urip ning ngalam donya iku mung mampir ngombe, nanging prilakune wong kang podo maksiat koyo kewan sing ora duwe pikiran lan nuruti hawa nefsune, mugi Gusti Allah maringi hidayah marang sedulurku kabeh. Amin

  5. BAMBANG
    2 Januari 2013 pukul 09:29

    ora mung wono giri , ndik sragen ana anak smp zinai 3 teman nya yang 2 anak SD. ? moral e pye coba ?

  6. wahyususilo
    10 Januari 2013 pukul 05:27

    Hidup itu pilihan…. nikmat sesaat sesal selmanya

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan Baris

    No items.

Menarik Juga »