KURIKULUM 2013
UN SMK Dilaksanakan Saat Kelas XI, Persiapan Harus Matang

Sejumlah siswa SMK Warga Solo tengah praktik merakit mesin untuk mobil Esemka beberapa waktu lalu. Rencana penerapan kurikulum 2013 yang di antaranya akan mengubah pelaksanaan ujian nasional bagi siswa SMK yaitu pada kelas XI dan bukannya kelas XII membutuhkan banyak persiapan dan sosialisasi. (JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto)Sejumlah siswa SMK Warga Solo tengah praktik merakit mesin untuk mobil Esemka beberapa waktu lalu. Rencana penerapan kurikulum 2013 yang di antaranya akan mengubah pelaksanaan ujian nasional bagi siswa SMK yaitu pada kelas XI dan bukannya kelas XII membutuhkan banyak persiapan dan sosialisasi. (JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto)

Sejumlah siswa SMK Warga Solo tengah praktik merakit mesin untuk mobil Esemka beberapa waktu lalu. Rencana penerapan kurikulum 2013 yang di antaranya akan mengubah pelaksanaan ujian nasional bagi siswa SMK yaitu pada kelas XI dan bukannya kelas XII membutuhkan banyak persiapan dan sosialisasi. (JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto)

SOLO – Rencana rancangan kurikulum 2013 membawa sejumlah perubahan, di antaranya ujian nasional (UN) sekolah menengah kejuruan (SMK) tidak dilaksanakan di kelas XII, melainkan di kelas XI. Perubahan ini ditanggapi sejumlah pengelola sekolah yang meminta adanya penyesuaian dan sosialisasi terus menerus dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kepala SMK Negeri 8 Solo, Ties Setyaningsih, menjelaskan perubahan kurikulum itu perlu disikapi sekolah dengan persiapan agar guru dan siswa tidak kaget ketika menjalankan kebijakan baru itu. Pasalnya jika tidak ada sosialisasi dan persiapan, diperkirakan implementasi kebijakan di lapangan akan semrawut. “Secara pribadi saya sepakat dengan rencana itu, jadi pada kelas XII siswa sudah fokus dalam pengembangan kompetensi,” jelasnya kepada Solopos.com, Selasa (4/12/2012).

Untuk itu dia pun akan segera mempersiapkan strategi agar semua masyarakat sekolah dapat beradaptasi dengan perubahan itu. Biasanya sekolah mempersiapkan siswa di kelas XII dengan memberikan tambahan jam pelajaran yang diuji saat UN. “Kalau diajukan, berarti persiapan dimulai kelas XI,” imbuhnya.

Sementara itu, pakar pendidikan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Furqon Hidayatullah, menjelaskan dengan kebijakan UN itu siswa SMK akan lebih fokus dalam meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. Karena dia menilai yang terpenting di SMK adalah penguasaan vokasi. “Terlepas siswa akan bekerja di mana, kompetensi dan keterampilan mereka harus tinggi,” jelasnya.

Furqon menambahkan karena kebijakan itu tidak berlaku surut, maka sekolah masih memiliki waktu untuk mempersiapkan siswa dan guru dalam menghadapi UN di kelas XI. Menurutnya kemungkinan besar perubahan ujian itu akan mulai dilaksanakan pada tahun ajaran 2014/2015. Furqon menganggap hal itu bisa dijadikan sebagai momentum yang tepat untuk memperbaiki kualitas pendidik dan tenaga pendidik di Indonesia. “Dengan kebijakan baru, diharapkan ada peningkatan kualitas guru. Itu bisa dimulai dengan perbaikan sistem rekruitmen guru,” imbuhnya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan perubahan kurikulum mulai 2013 akan dilakukan di setiap jenjang pendidikan. Khusus SMK, jenis keahlian akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar atau tren saat ini. Namun, keseluruhan siswa SMK di tiap jurusan akan mendapatkan mata pelajaran umum. “Perubahan terbaru adalah UAN [Ujian Akhir Nasional] SMK tidak di kelas III tetapi di kelas II. TUjuannya, saat kelas III siswa konsentrasi menimba keterampilan dan ikut uji kompetensi,” papar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, di Jogja akhir pekan lalu.

Editor: | dalam: Pendidikan |

14 Komentar pada “KURIKULUM 2013: UN SMK Dilaksanakan Saat Kelas XI, Persiapan Harus Matang”

  1. Maren
    7 Desember 2012 pukul 19:37

    berapa banyak jumlah mata pelajaran yang akan dipakai untuk smk teknologi kurikulum 2013 ?

  2. ruswa
    10 Desember 2012 pukul 11:26

    kurikulum 2013 saya setuju karena akan meningkatkan kualitas siswa

  3. Nurjanna
    11 Desember 2012 pukul 09:00

    Bagemana dgn muatan kurikulumnya?

  4. nurani
    18 Desember 2012 pukul 00:53

    waduh… semoga guru dan siswa siap. Kurikulum baru tantangan baru…

  5. yanto
    28 Desember 2012 pukul 16:57

    kurikulum baru…. perubahan pasti….yang tidak siap berubah monggo minggir ke mawon

  6. Dahlan SH
    1 Januari 2013 pukul 07:29

    pikirkan juga Program SMK kelas XI, disana ada Kegiatan Prakerin selama lebih 3 bulan yang waktunya tiap sekolah berbeda. Jangan asal dukung saja, baca lapangan dong.

  7. ARIES EKA PUTRA
    4 Januari 2013 pukul 09:00

    baru saja dilakukan pemetaan dan penataan guru yang menyesuaikan dengan kurikulum KTSP, sekarang akan diberlakukan kurikulum 2013 yang struktur kurikulumnya ada perbedaan jumlah dan jenis mapel….trus apalah arti pemetaan guru …apa harus dipetakan lagi………???????

  8. Rusli Mustofa
    6 Januari 2013 pukul 07:43

    Pemetaan Guru PNS hubungannya dengan sertifikasi belum tuntas. pemetaan berdasarkan muatan KTSP, KK 2013 banyak jml jam dan Mapel yang berkurang, bagaimana nasib guru yang sudah sertifikasi di sekolah tersebut Mapelnya tidak ada, apakah harus diadakan pemetaan kembali

  9. Rusli Mustofa
    6 Januari 2013 pukul 07:46

    Pemetaan Guru PNS hubungannya dengan sertifikasi belum tuntas. pemetaan berdasarkan muatan KTSP, KK 2013 banyak jml jam dan Mapel yang berkurang, bagaimana nasib guru yang sudah sertifikasi di sekolah tersebut Mapelnya tidak ada, apakah KK itu diberlakukan mulai tahun ajaran 2013/2014

  10. DUNIAseni
    7 Januari 2013 pukul 23:23

    biarkan pendidikan berubah karena di sn menujukkan manusianya bekerja, kurikulum hrs dbuat sederhana agar di mengerti sepanjang hayat anak, perubahan yang dibutuhkan dari ini semua adalah agar negara kita maju lebih 10 langkah dari skrg. permasalahan pemetaan guru tentu bisa diatur dgn ketentuan lain. yang terpenting adalah anak dan pendidikan Indonesia bisa menyaingi negara maju lainnya.

  11. Darmawan
    10 Januari 2013 pukul 23:01

    SETUJU! kebijakan yang cukup tepat.

  12. Erma Yulia
    25 Januari 2013 pukul 16:54

    SMK identik dengan Kewirusahaan, bahkan kegiatan pengembangan Kewirausahaan sangat diperhatikan. Sementara di KK 2013 mata diklat Kewirausahaan di hilangkan…. apakah siswa SMK memang hanya disiapkan untuk menjadi tenaga kerja…? siapakah yg akan menjadi calon wirausaha2 masa depan…?

  13. NN
    27 Januari 2013 pukul 11:04

    Saya siswa SMK. Dan selama ini SMK bukan mendidik siswanya siap kerja tetapi siap UN. Karena siswa cuma disuruh fokus belajar, belajar dan belajar. Sama sekali nggak diasah kreatifitasnya

  14. mei
    10 Februari 2013 pukul 20:06

    pljaran apa saja yg akan di hapus???? dan plaran apa saja yg akan di tambaaaah??????????

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan Baris
  • RUMAH DIKONTRAKKAN

    Rumah Dikontrakkan,LT 254M2,LB 225M2,7Kmr,3K Mandi, Garasi, Jl.Kencur No.48, Rt 03/11, Kag…

Menarik Juga »