KURIKULUM 2013
Mapel SD Berkurang

Mendikbud Muhammad NuhMendikbud Muhammad Nuh

Mendikbud Muhammad Nuh

JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh mengatakan pengembangan kurikulum 2013 mengalami beberapa perubahan, terutama mata pelajaran(Mapel) yang diajarkan. Salah satunya di tingkat SD.

Menurut Nuh, saat ini, ada ada 10 mata pelajaran yang diajarkan, yaitu pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, seni budaya dan keterampilan, pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, serta muatan lokal dan pengembangan diri.

“Tapi mulai tahun ajaran 2013/2014 jumlah mata pelajaran akan diringkas menjadi tujuh, yaitu pendidikan agama, pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, matematika, seni budaya dan prakarya, pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, serta Pramuka,” ujarnya menyampaikan materi uji publik pengembangan kurikulum 2013 di Jakarta, Kamis (29/11/2012).

Ditambahkannya, salah satu ciri kurikulum 2013, khususnya untuk SD, adalah bersifat tematik integratif. Dalam pendekatan ini mata pelajaran IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua pelajaran, yaitu dua mata pelajaran itu akan diintegrasikan kedalam semua mata pelajaran.

Dikatakan untuk IPA akan menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia dan matematika, sedangkan untuk IPS akan menjadi pembahasan materi pelajaran Bahasa Indonesia dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN).

Mendikbud mengatakan, kurikulum 2013 itu diharapkan bisa diterapkan mulai tahun ajaran baru 2013, tapi sebelumnya diuji publik November 2012.

Editor: | dalam: Pendidikan |

12 Komentar pada “KURIKULUM 2013: Mapel SD Berkurang”

  1. semut putih
    1 Desember 2012 pukul 08:55

    dikurangi kok malah jadi banyak? tadinya 10 jadi 11, iso etung nggak?
    1. Pancasila, 2. Kewarganegaraan, 3. Bahasa Indonesia, 4. Seni, 5 Budaya, 6.prakarya, 7. Pendidikan jasmani , 8.olah raga, 9. Kesehatan, 10. Pramuka, 11. Pendidikan agama

    • dwijajaya
      2 Desember 2012 pukul 19:13

      pelajaran pokok untuk pendidikan dasar hendaknya menekankan pada bahasa indonesia, pendidikan pancasila,pddk.agama, matematika dan pengetahuan umum,dan olah raga. pendidikan dasar sebagai pondasi menekankan pada upaya pembentukan karakter yang pancasilais yg menghargai nilai-nilai kemanusiaan,itulah utama pondasi moral bangsa.

  2. Supriyatno,S.Pd,SD
    5 Desember 2012 pukul 20:59

    Yach…… apapun nama dan caranya, yang penting jangan hanya menitik beratkan tanggung jawab negara pada guru-guru (apalagi guru SD/MI)……. pekerjaan jadi ringan, tapi tanpa mengurngi makna dari bela bangsa dan tugas pokok, oc….??????

  3. satrio piningit
    6 Desember 2012 pukul 15:53

    bapak menteri yang terhormat, salah satu cara memajukan bangsa adalah mengenalkan dan mendalami tehknologi secara mumpuni, sekarang kalau mapel tik saja di integrasikan juga menjadi mulok, bagaimana negara akan maju, yang ada negara kita akan semakin terpuruk dan tertinggal. coba pak menteri analisa, bagaimana anak usia 6 tahun di negara luar bisa membuat tehknologi terbaru,dengan orang yang berusia 40 tahun di negara kita, apa yang bisa mereka tuangkan dalam dunia IT. jaman bergerak semakin maju dan modern, semua serba menggunakan sarana tehknologi, kalau kita tidak mendalami IT secara penuh bagaimana nasib negara kita kelak. jadi tolong pikirkan semua itu.

  4. P a n u t
    7 Desember 2012 pukul 16:14

    Tentu Bapak-bapak team penguji Kurikulum tahun 2013 sudah mempertimbangkan lebih banyak,untuk penerapan pendidikan di Indonesia.Kami selaku pelaku KBM oke-oke saja demi kemajuan putra -putri kita,menyongsong hari depan yang lebih baik.

  5. itone meshamoto
    12 Desember 2012 pukul 03:02

    YANG PALING PENTING ADALAH MAPEL BAHASA INGGRIS..KALAU TIDAK ADA BAHASA INGGRIS BAGAIMANA BISA BANGSA INDONESIA MAMPU BEKERJASAMA DAN BERSAING DENGAN NEGARA2 ASING..BISA2 KITA DIBODAHI OLEH MEREKA KARENA KITA TIDAK TAU APA YANG MEREKA BICARAKAN..KURIKULUM 2013 ADALAH ALAT PEMBODOHAN BAGI BANGSA INDONESIA..YA ALLAH AMPUNILAH PEJABAT2 PEMENGANG KEBIJAKSANAAN…

  6. bang thoyyib
    12 Desember 2012 pukul 10:28

    blm tuntas kurikulm KTSP implemtasix, da kluar lg yg baru. klo d kota, guru2 cepat akses informasix tp guru2 d pelosok2 mash kekurangn infox.

  7. Lebda
    15 Desember 2012 pukul 11:34

    kurikulum kok diobrak-abrik to? Kalau mapel mulok ditiadakan, potensi daerah jd tidak berkembang. padahal kurikulum nasional harus mampu mengakomodasi kepentingan daerah-daerah, supaya tidak ada pemberontakan2. Para siswa adalah calon pemimpin bangsa yang harus tahu tentang potensi2 daerah, termasuk BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA DAERAH. Jadi kami TIDAK SETUJU apabila mulok dihapus dalam kurikulum 2013. Pak Mentri juga berasal dari daerah kan? Punya Bahasa Ibu kan?????

  8. siti marfatin
    15 Desember 2012 pukul 15:44

    apa benar bhs inggris utk SD dhapus? Bgaimana nasib kami guru bhs ing SD yg sdh lama mengabdi jd honorer?

  9. fera
    25 Desember 2012 pukul 21:48

    Bahasa Daerah dihilangkan Identitas juga hilang
    Kita membuang negara lain menggali apa yang kita buang

  10. ATIM, S.Pd.,M.Pd.
    23 Januari 2013 pukul 19:05

    Wahai pemegang kebijakan, pendidikan adalah simbul kabangkitan dan kemajuan suatu bangsa. Bagaimana mau bangkit dan maju, kalau pelaku dunia pendidikan selalu diombang-ambingkan dan dipusingkan dengan kebijakan para pemimpin yang tidak kredibel yang notabene hanya untuk mencari popularitas belaka.Jangan hanya “Aji Mumpung”, berpijak dan berpikirlah secara makro, utamakan kepentingan dan masa depan bangsa. Jangan malu mengakui karya yang sudah baik dan tertata apik. Guru2 sudah mulai oke menyesuaikan dan mengenal karakter KTSP dengan 10 mapel.

  11. ATIM, S.Pd.,M.Pd.
    23 Januari 2013 pukul 19:23

    Maaf bapak Menteri, kami gak setuju kalau Muatan lokal dihilangkan, karena bahasa daerah adalah salah satu implementasi pembentukan karakter bangsa. Dalam palajaran Bahasa daerah terkandung nilai-nilai karakter, sosial budaya dan keluhuran budi pekerti bagi setiap daarah untuk dijunjung tinggi dan dihormati. Kini bangsa lain sedang tergila-gila untuk belajar bahasa daerah, malah bangsa sendiri meninggalkan. Mau jadi apa bangsa kita? Demo anarkis? tawuran? atau kebut-kebutan di jalan raya? Lanjutkan KTSP……….

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan Baris
  • RUMAH DIKONTRAKKAN

    Rumah Dikontrakkan,LT 254M2,LB 225M2,7Kmr,3K Mandi, Garasi, Jl.Kencur No.48, Rt 03/11, Kag…

Menarik Juga ยป