JALAN TOL SEMARANG-SOLO
Warga Tolak Eksekusi Lahan, Petugas Gabungan Polri-TNI Diterjunkan

Pengerjaan ruas jalan tol Semarang-Solo di wilayah Kabupaten Semarang beberapa waktu lalu. Kelanjutan proyek tol ini masih terhambat karena ada warga yang belum mau menyepakati ganti rugi pembebasan tanah. (JIBI/Bisnis Indonesia/dok)Pengerjaan ruas jalan tol Semarang-Solo di wilayah Kabupaten Semarang beberapa waktu lalu. Kelanjutan proyek tol ini masih terhambat karena ada warga yang belum mau menyepakati ganti rugi pembebasan tanah. (JIBI/Bisnis Indonesia/dok)

UNGARAN – Puluhan warga pemilik tanah yang belum dibebaskan, menghalangi dua alat berat yang digunakan petugas dalam eksekusi lahan untuk proyek jalan tol Semarang-Solo Seksi II (Ungaran – Bawen) di Desa Lemah Ireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Kamis (29/11/2012).

Puluhan warga berdiri di depan buldozer sambil meneriakkan takbir saat kedua alat berat tersebut hendak digunakan meratakan lahan yang masih berupa lahan perkebunan dan semak belukar itu. Melihat hal tersebut, ratusan petugas gabungan langsung bergerak mengamankan dengan menarik puluhan pria dan perempuan yang menghalangi alat berat.

Beberapa warga yang dianggap sebagai provokator terlihat dibawa petugas Polres Semarang menjauh dari alat berat, dan tidak sedikit dari warga yang jatuh pingsan dan menangis. Sebanyak 700 petugas gabungan dari Kepolisian Resor Semarang, Kepolisian Daerah Jawa Tengah, dan Kodam IV/Diponegoro mengamankan eksekusi penguasaan fisik lahan untuk proyek jalan tol Semarang-Solo Seksi II (Ungaran- Bawen) di Desa Lemah Ireng.

Dari 1.472 bidang tanah yang terkena lanjutan proyek tol rute Ungaran hingga Bawen, Kabupaten Semarang masih ada 63 bidang yang belum dibebaskan karena 47 keluarga belum sepakat dengan ganti untung. Dari nilai tanah yang hanya sekitar Rp25.000 hingga Rp125.000 per meter, dihargai Rp65.000 hingga Rp175.000 per meter.

Editor: | dalam: Peristiwa |
Menarik Juga »