ilustrasi ilustrasi
Senin, 26 November 2012 20:55 WIB Kurniawan/JIBI/SOLOPOS Karanganyar Share :

Kawin Usia Muda Masih Ngetren di Jatiyoso

ilustrasi

KARANGANYAR–Fenomena menikah di usia muda masih marak terjadi di wilayah Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, tahun ini. Salah satu penyebabnya yakni minimnya pilihan aktivitas baik yang bersifat formal maupun non-formal. Data yang dihimpun Solopos.com di Kantor Urusan Agama (KUA) Jatiyoso, Senin (12/11/2012), rata-rata usia pasangan yang akan menikah, jauh lebih muda ketimbang masyarakat yang tinggal di perkotaan.

Contoh saja sepanjang bulan Januari hingga Februari 2012, jumlah mempelai perempuan yang berusia di bawah 22 tahun mencapai 33 orang dari total 50 mempelai perempuan. Dari jumlah itu, tujuh orang di antaranya berusia di bawah 19 tahun. Sedangkan jumlah mempelai laki-laki yang berusia di bawah 22 tahun sepanjang rentang waktu yang sama sekitar 16 orang.

Ironisnya, sebagian besar dari pasangan yang menikah dini terebut belum mandiri secara ekonomi. Mempelai laki-laki masih tinggal bersama atau di rumah orangtua mereka. Mereka juga bekerja hanya sebagai petani penggarap lahan milik orangtua. Staf KUA Jatiyoso, Mardi, mengakui rata-rata pasangan yang mengajukan pernikahan, masih terbilang muda.
Dampaknya, menurut dia, angka perceraian pasangan suami-isteri di Jatiyoso tinggi. Sebagian besar pasangan yang mengajukan perceraian adalah pasangan muda belia. “Salah satu penyebab perceraian pasangan suami-istri adalah masih sangat mudanya mereka melangsungkan pernikahan,” katanya. Sayang Mardi tidak bisa menyampaikan secara detail angka perceraian di Jatiyoso.

Sementara berdasar Undang-undang (UU) No 1/1974 tentang Perkawinan diatur, mempelai perempuan dibolehkan melangsungkan pernikahan bila usianya sudah mencapai 16 tahun. Sedangkan untuk mempelai laki-laki, paling sedikit sudah berusia 19 tahun saat akan menikah. Bila pasangan yang akan menikah belum mencapai usia tersebut, yang bersangkutan harus mendapatkan izin dari pengadilan agama.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Jatiyoso, Budi Santoso, mengakui rata-rata umur pasangan di wilayahnya yang melakukan pernikahan jauh lebih muda dibanding masyarakat perkotaan. Salah satu penyebabnya adalah menimnya aktivitas baik formal maupun sekadar penyaluran hobi. Sehingga masyarakat memilih untuk menikah saat usia masih belia. “Kita ketahui bersama tidak banyak fasilitas yang bisa digunakan untuk mengisi waktu dan beraktivitas,” ungkapnya.
Kawin Usia Muda Masih Ngetren di Jatiyoso

JATIYOSO-Fenomena menikah di usia muda masih marak terjadi di wilayah Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, tahun ini. Salah satu penyebabnya yakni minimnya pilihan aktivitas baik yang bersifat formal maupun non-formal. Data yang dihimpun Solopos.com di Kantor Urusan Agama (KUA) Jatiyoso, Senin (12/11/2012), rata-rata usia pasangan yang akan menikah, jauh lebih muda ketimbang masyarakat yang tinggal di perkotaan.

Contoh saja sepanjang bulan Januari hingga Februari 2012, jumlah mempelai perempuan yang berusia di bawah 22 tahun mencapai 33 orang dari total 50 mempelai perempuan. Dari jumlah itu, tujuh orang di antaranya berusia di bawah 19 tahun. Sedangkan jumlah mempelai laki-laki yang berusia di bawah 22 tahun sepanjang rentang waktu yang sama sekitar 16 orang.

Ironisnya, sebagian besar dari pasangan yang menikah dini terebut belum mandiri secara ekonomi. Mempelai laki-laki masih tinggal bersama atau di rumah orangtua mereka. Mereka juga bekerja hanya sebagai petani penggarap lahan milik orangtua. Staf KUA Jatiyoso, Mardi, mengakui rata-rata pasangan yang mengajukan pernikahan, masih terbilang muda.
Dampaknya, menurut dia, angka perceraian pasangan suami-isteri di Jatiyoso tinggi. Sebagian besar pasangan yang mengajukan perceraian adalah pasangan muda belia. “Salah satu penyebab perceraian pasangan suami-istri adalah masih sangat mudanya mereka melangsungkan pernikahan,” katanya. Sayang Mardi tidak bisa menyampaikan secara detail angka perceraian di Jatiyoso.

Sementara berdasar Undang-undang (UU) No 1/1974 tentang Perkawinan diatur, mempelai perempuan dibolehkan melangsungkan pernikahan bila usianya sudah mencapai 16 tahun. Sedangkan untuk mempelai laki-laki, paling sedikit sudah berusia 19 tahun saat akan menikah. Bila pasangan yang akan menikah belum mencapai usia tersebut, yang bersangkutan harus mendapatkan izin dari pengadilan agama.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Jatiyoso, Budi Santoso, mengakui rata-rata umur pasangan di wilayahnya yang melakukan pernikahan jauh lebih muda dibanding masyarakat perkotaan. Salah satu penyebabnya adalah menimnya aktivitas baik formal maupun sekadar penyaluran hobi. Sehingga masyarakat memilih untuk menikah saat usia masih belia. “Kita ketahui bersama tidak banyak fasilitas yang bisa digunakan untuk mengisi waktu dan beraktivitas,” ungkapnya.

lowongan kerja
lowongan kerja IHS – INTERNATIONAL HOTEL MANAGEMENT SCHOOL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

Leave a Reply



PROMO SPESIAL
CORAT-CORET DI TOILET-COVER BARU
CANTIK ITU LUKA
Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas-Cover Baru
O

Kolom

GAGASAN
Audit Menyeluruh Pelayanan Imunisasi

Gagasan Solopos, Kamis (30/6/2016), Giat Purwoatmodjo. Dosen di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Solopos.com, SOLO — Jajaran Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) menangkap 13 orang karena terlibat pembuatan dan…