Keberadaan Eks Bupati Sragen Untung Wiyono Misterius

Untung Wiyono (Foto: Dokumentasi)Untung Wiyono (Foto: Dokumentasi)

Untung Wiyono (Foto: Dokumentasi)

SRAGEN—Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen, Kamis (22/11/2012), menyurati pengacara terpidana kasus kas daerah (kasda) Sragen, Dani Sriyanto, untuk melakukaan koordinasi perihal keberadaan dan alamat kliennya, Untung Sarono Wiyono Sukarno.

Tindakan itu diambil karena Kejari telah melayangkan dua kali surat pemanggilan kepada Untung namun nihil. Kedua surat dikembalikan ke kantor Kejari dengan berbagai alasan.

Surat pertama yang dilayangkan ke Dukuh Dayu, RT 029/008, Jurangjero, Karangmalang dikembalikan karena Untung tidak tinggal di rumah tersebut. Kepala Desa Jurangjero, Sumino, mengembalikan surat pemanggilan ke kantor Kejari. Lantas surat pemanggilan kedua dilayangkan ke Jl Batu Alam Jaya, Nomor 62U, Condet, Jakarta Timur.

Lagi-lagi surat dikembalikan oleh pihak jasa pengiriman. Alasan yang disertakan pihak jasa pengiriman pada surat adalah Untung tidak tinggal di rumah itu dan alamat yang dituju salah.

Kepala Desa (kades) Jurangjero, Sumino, saat dihubungi Solopos.com membenarkan perihal pengembalian surat pemanggilan Kejari untuk Untung. Sumino juga menuturkan Untung tidak tinggal di Dayu selama lebih dari enam bulan.

“Pihak desa mengembalikan surat panggilan dari kejaksaan atas permintaan keluarga. Menurut pihak keluarga, pak Untung tidak tinggal di Dayu lagi. Pak Untung tinggal di Condet, Jakarta Timur. Rumah itu ditempati anak pak Untung, Mbak Yuni dan adiknya yang mengelola Dayu Park,” kata dia

Sementara itu, pengacara Untung Wiyono, Dani Sriyanto, saat dihubungi belum berkenan menjawab.Lalu di manakah Untung Wiyono kini berada?

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Sragen telah mengajukan surat permohonan pencekalan untuk terdakwa kasus kas daerah (kasda) senilai Rp11,2 miliar, mantan Bupati Sragen Untung Sarono Wiyono Sukarno, kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Surat permohonan pencekalan ke luar negeri dengan Nomor R.66/0.3.26/Dsp.3/10/2012 itu telah dilayangkan sejak Selasa (16/10/2012). Langkah itu diambil mengantisipasi kemungkinan mantan Bupati Sragen melarikan diri ke luar negeri sebelum pelaksanaan eksekusi.

Betul saja, Untung mangkir pada dua kali pemanggilan eksekusi yang dilayangkan Jumat (2/11) dan Rabu (7/11). Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sragen, Gatot Gunarto, melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus), Kejari Sragen, Heru Mayawan, menjelaskan hal itu saat ditemui Solopos.com di ruang kerja Kajari, Rabu (21/11).

Surat permohonan pencekalan telah diajukan sejak petikan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) diterima.

Surat permohonan pencekalan diajukan karena Untung terbukti melakukan tindak pidana korupsi kasda Sragen yang merugikan daerah Rp11,2 miliar. Selain itu, terdakwa memiliki mobilitas tinggi dan diharapkan dengan pencekalan memudahkan Kejari Sragen menghadirkan terdakwa untuk melaksanakan eksekusi.

“Surat permohonan pencekalan sudah diajukan kepada Kejaksaan Tinggi. Surat diajukan setelah petikan MA turun. Tetapi saya kurang tahu proses permohonan pencekalan itu sampai tahap mana. Kami masih menunggu,” kata Heru.

Editor: | dalam: Sragen |

7 Komentar pada “Keberadaan Eks Bupati Sragen Untung Wiyono Misterius”

  1. Jakss
    23 November 2012 pukul 09:38

    Dulu Lurah Lemahireng tersangka korupsi uang Tol melarikan diri, sekarang Untung Wiyono melarikan diri. Nanti siapa lagi yang bakalan melarikan diri ya. Memang Pengadilan di daerah Jawa Tengah paling lemah. Mohon Bupati Rembang Salim sebelum melarikan diri dipenjara dulu.

  2. jendut
    23 November 2012 pukul 11:49

    Salah siapa??? Knp dh tbukti brsalah NGK lsung Di tangkap,, di ulur ulur sampe Dia mlarikn diri ,,trus Di britakn Di media,,,,, basi,,politik wani piro ya kyk gini,,,,,rakyt dh pd pinter,,,,?!!!! Okeeee

  3. fadil
    24 November 2012 pukul 06:45

    Harus ada yang bertanggung jawab atas larinya Untung Wiyono.

  4. budi
    26 November 2012 pukul 14:18

    si untung ada di balaikota DKI tuh… ngumpet di kantornya jokowi. kalo ga percaya cek aja. di lantai 3 dikasih kantor dia, di atasnya kantor ahok

  5. joharsyah
    27 November 2012 pukul 08:37

    Aparat penegak hukum jateng harus mereformasi diri! Kejadian ini sering berulang!

  6. solih
    27 November 2012 pukul 11:52

    cerita lama.. koruptor dengan mudah menghilang dan lenyap, sementara maling ayam dikejar2 sampai gang sempit utk dihajar massa

  7. yuoni Angga
    10 Desember 2012 pukul 11:37

    Aparat hrs lbh tegas donk ,jng cm omngan nya aja yg gede ,,gk peduli itu siapa klu bersalah wajib di hukum jng di biar kn kbur,,memalu kn warga Sragen pemimpin nya kurupsi

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan Baris

    No items.

Menarik Juga »