POLSEK PASAR KLIWON SOLO DITEROR BOM
Bukan Kasus Pertama

Tim Gegana Brimob Polda Jateng mengumpulkan barang bukti bom rakitan yang telah dijinakkan, yang ditemukan di halaman Mapolsek Pasar Kliwon, Solo, Selasa (7/12/2010).  (Foto: Dokumentasi)Tim Gegana Brimob Polda Jateng mengumpulkan barang bukti bom rakitan yang telah dijinakkan, yang ditemukan di halaman Mapolsek Pasar Kliwon, Solo, Selasa (7/12/2010). (Foto: Dokumentasi)

SOLO—Benda diduga bom yang ditemukan dan diledakkan di Mapolsek Pasar Kliwon Solo, Selasa (20/11/2012) pagi bukan merupakan aksi teror yang pertama.

Berdasarkan catatan Solopos.com, sebelumnya pada tahun 2010, Mapolsek yang berlokasi dekat dengan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat juga diteror bom.

Pada, Selasa (7/12/2010), bom rakitan berdaya ledak rendah ditemukan seorang petugas kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Solo. Bom rakitan itu ditemukan di depan pagar Mapolsek Pasar Kliwon Solo.

Bom rakitan tersebut dibungkus kantong plastik putih dan tergelak dipagar Mapolsek. Dalam bungkusan itu ternyata didapati kaleng bekas kue, lilitan kabel, baterai, detonator dan jam.

Pada tahun 2011, kandang  kerbau  bule Kiai Slamet—kerbau keramat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat—juga dipasangi bom menjelang peringatan 1 Sura. Kandang kerbau itu berlokasi tak jauh dengan Mapolsek Pasar Kliwon.

Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo, pada akhir 2010 mengatakan polisi sudah mengantongi tersangka pelaku aksi teror di beberapa tempat, termasuk di Mapolsek Pasar Kliwon. Menjelang Natal  2010, beberapa aksi teror bom molotov terjadi di Klaten, Sleman, Solo dan Sukoharjo, Jawa Tengah.

Bom di Klaten ditemukan di Pos Polisi dan sekitar rumah ibadah, awal Desember lalu. Hal serupa juga ditemukan di perbatasan Klaten-Sleman. Bom pertama jenis molotov dan rakitan, sedang bom kedua murni rakitan.

Sementara, dua bom terakhir yang ditemukan di Solo dan Sukoharjo, pada Selasa (7/12). Bom pertama dipasang di pagar dekat Mapolsek Pasar Kliwon Solo, yang kedua ditaruh di dekat Gereja Katolik Raja Kristus Sukoharjo. Bom yang kedua sempat meledak dan merusak pot bunga.

Pada pertengahan November 2011, enam terdakwa kasus teroris jaringan klaten, Jawa Tengah, diadili karena diduga kuat sebagai pelaku peletak bom di sejumlah tempat di Jawa Tengah sejak Desember 2009 hingga Januari 2011. Salah satunya di kandang kerbau Kiai Slamet di Keraton Solo.

Keenam terdakwa yakni Joko Lelono alias Joko alias Hamzah, 18; Nugroho Budi Santoso bin Narto Sumarto alias Nugroho alias Umar, 19; Agung Jati Santoso bin Subandi alias Agung alias Musa alias Faris, 21; Tri Budi Santoso bin Sutomo alias Budi alias Aliy, 20; Roki Aprisdianto alias Atok Prabowo alias Atok alias Roki alias Abu Ibrahim alias Heru Cokro bin Nova Ganivianto, 29; Yuda Anggoro alias Bilal, 19.

Terpidana kasus terorisme, Roki Aprisdianto, pada awal Selasa (6/11/2012) melarikan diri dari Rutan Polda Metro Jaya pada Selasa (06/11). Dengan menggunakan cadar, terpidana enam tahun penjara itu berhasil mengelabui petugas untuk dapat menghirup udara bebas.

Editor: | dalam: Hukum |
Menarik Juga »