Dokter Puskesmas Sragen didampingi petugas Polres Sragen memeriksa kondisi mayat perempuan tanpa identitas yang mengapung di embung Technopark Ganesha Sukowati Sragen, Rabu (14/11), sekitar pukul 11.30 WIB. (Foto: Istimewa)
Kamis, 15 November 2012 15:44 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/SOLOPOS Sragen Share :

Mayat Perempuan Tanpa Identitas Mengapung di Embung Technopark

Dokter Puskesmas Sragen didampingi petugas Polres Sragen memeriksa kondisi mayat perempuan tanpa identitas yang mengapung di embung Technopark Ganesha Sukowati Sragen, Rabu (14/11), sekitar pukul 11.30 WIB. (Foto: Istimewa)

SRAGEN -— Tubuh perempuan usia antara 25-30 tahun ditemukan tewas mengapung di embung di komplek Technopark Ganesha Sukowati Sragen, Rabu (14/11/2012), sekitar pukul 11.30 WIB. Mayat perempuan tanpa identitas diduga korban pembunuhan karena ditemukan beberapa luka di kepala.

Menurut informasi yang dihimpun, mayat ditemukan kali pertama oleh lelaki yang menggembala bebek di sekitar lokasi, Gendon, 38. Saat kejadian, dia menggembala bebek di sekitar embung seperti biasa. Menurut informasi, Gendon terkejut melihat sesuatu mengapung pada jarak 3 meter dari tepi embung. Menurut penuturan Gendon kepada beberapa orang, dia mengira bagian tubuh mayat sebagai benda. Betapa kaget setelah didekati ternyata itu bagian tubuh manusia.

Saat ditemukan, mayat mengapung dengan posisi telentang. Setelah diangkat dan dipindah ke tepi embung, barulah diketahui kedua kaki mayat perempuan dalam kondisi mengangkang dengan lutut menekuk. Tubuh membengkak dan beberapa bagian kulit hancur atau mengelupas. Mayat mengeluarkan bau. Sehingga diperkirakan sudah meninggal lebih dari dua hari.

Mayat perempuan memiliki ciri-ciri tinggi sekitar 155 sentimeter, rambut hitam panjang sekitar 25 sentimeter. Dia memakai jaket jenis sweater warna abu-abu lengan panjang dengan gambar dan tulisan minnie. Di balik jaket, mengenakan kaos warna putih. Saat ditemukan, dia mengenakan celana panjang berbahan jin warna biru. Anting emas model biji timun berikut kalung warna hitam dengan bandul wanita duduk bertuliskan love masih dikenakan. Dia juga memakai gelang karet warna hitam, gelang tasbih warna hitam dan gelang perak bertuliskan Ris-se.

Dari pakaian ditemukan uang pecahan Rp30.000 yakni satu lembar Rp20.000 dan Rp10.000. Dia pun masih mengenakan kaos kaki namun tidak mengenakan alas kaki.

Dokter dari Puskesmas Sragen, Nur Wulandari, menyatakan menemukan beberapa luka di tubuh perempuan tak bernyawa.
“Ada luka di kepala bagian muka, pelipis dan dagu. Seperti tanda penganiayaan. Tetapi belum dapat dipastikan apakah itu luka akibat dianiaya atau hal lain. Tetapi kemungkinan dia meninggal lebih dari satu hari apabila melihat kondisi,” kata dia saat ditemui wartawan usai melakukan pemeriksaan.

Jenazah perempuan lantas dibawa ke RSUD dr Moewardi untuk diautopsi. Sementara itu tim dari Polres Sragen yang dipimpin Wakapolres Sragen, Kompol Hartolo, seluruh Kasat dan Polsek Sragen langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hingga kini belum ada pihak dari Polres Sragen yang berkenan memberikan keterangan.

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…