kepala boneka yang menirukan frank morris tengah tidur di selnya, dipasangi wig dari rambut para tahanan. (google) kepala boneka yang menirukan frank morris tengah tidur di selnya, dipasangi wig dari rambut para tahanan. (google)
Rabu, 14 November 2012 06:12 WIB Niken Ari Purwanti/JIBI/SOLOPOS Sepak Bola Share :

Escape From Alcatraz
Kumpulkan Rambut Untuk Kepala Boneka (VII)

kepala boneka yang menirukan frank morris tengah tidur di selnya, dipasangi wig dari rambut para tahanan. (google)

Di sela-sela itu, mereka mempersiapkan boneka dengan kepala manusia yang dibuat mirip masing-masing mereka. Tujuannya, kepala boneka itu akan dipasang saat mereka melarikan diri, sehingga diharapkan bisa mengecoh petugas yang berkeliling setiap jam pada waktu malam, dari satu sel ke sel lainnya.

Taktik ini, bahkan dipuji sangat brilian oleh pihak FBI. Don Eberle, yang memimpin penyelidikan FBI terkait pelarian mereka, menggambarkan pelarian itu sebagai aksi yang cerdik. “Mereka memutuskan untuk membuat kepala boneka untuk ditempatkan di ranjang mereka, yang akan menggantikan mereka saat penjaga melewati (sel). Itu adalah saat lampu-lampu mulai dikurangi sehingga akan sulit untuk memastikan wajah, hanya kepala,” ujarnya.

Untuk membuat kepala boneka itu semirip mungkin dengan kepala manusia, salah satu dari Anglin bersaudara bekerja di unit pangkas rambut. Rambut-rambut potongan para napi yang berhasil dikumpulkan, dilekatkan di kepal aboneka untuk memberi sentuhan “sekstra realisme”.

Bonekanya, mereka buat dari campuran sabun, bubuk beton, dan cat curian. Salah seorang tahanan, Leon “Whitey” Thompson adalah salah satu dari banyak tahanan yang “membantu” pelarian mereka.

Thompson yang merupakan seorang seniman, banyak mengerjakan lukisan cat minyak yang dipajang di Alcatraz. Kepadanya, Morris bertanya tentang teknik pencampuran warna, untuk mendapatkan warna kulit manusia semirip mungkin.

“Saya mulai bertanya-tanya, mengapa dia begitu tertarik dalam warna daging dan kemudian saya mulai untuk menempatkan itu semua bersama-sama karena eh, mereka membutuhkan warna daging untuk kepala boneka,” terang Thompson. (Bersambung Bagian VIII)

Dari berbagai sumber

Bagian VI

lowongan kerja
lowongan kerja BPR, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…