2013, Solo Kota Inklusi

Salah satu sekolah inklusi di Solo (JIBI/SOLOPOS/Dok)Salah satu sekolah inklusi di Solo (JIBI/SOLOPOS/Dok)

SOLO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memplot Solo sebagai kota inklusi pada tahun depan. Pemerintah pusat menilai Solo telah mengantongi persyaratan untuk melangkah ke sana. Setelah dideklarasikan sebagai kota inklusi, layanan pendidikan terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) bakal lebih terwadahi.

Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar Kemendikbud, Mujito, mengakui selama ini pelayanan pendidikan terhadap ABK masih memprihatinkan. Pihaknya menghitung hanya sekitar 30% ABK yang mampu mengakses pendidikan.

“70% ABK masih disimpan orangtuanya di rumah karena mungkin dianggap aib. Di sisi lain, sekolah juga belum terbuka dengan para ABK,” tuturnya saat ditemui di Balaikota, Selasa (13/11/2012).

Menurut Mujito, upaya penggalakan kota inklusi akan bermuara positif bagi ABK. Dia menjelaskan, semua sekolah dalam kota inklusi bakal diwajibkan menerima ABK. Selain itu, imbuhnya, ABK dibolehkan tidak mengikuti ujian nasional.

“Untuk mendukung hal ini, dimungkinkan pula adaptasi kurikulum yang menjangkau para ABK. Yang jelas setelah ditetapkan inklusi, tidak ada lagi penolakan ABK dari sekolah.”

Menurut Mujito, pencanangan Solo menjadi kota inklusi patut diapresiasi. Pihaknya melihat Solo telah menyiapkan sejumlah indikator menuju kota ramah ABK. Yang paling krusial, menurut Mujito, yakni adanya Perda No 4 tahun 2010 yang memayungi keberadaan ABK.

Editor: | dalam: Pendidikan |
Menarik Juga »