SENJATA BARU TNI AD
Avibras Astros II, Roket Penyapu Musuh Asal Brazil

Sistem peluncur roket multilaras Avibras Astros II yang memperkuat TNI AD dipamerkan di ajang pameran produk pertahanan Indo Defence 2012 di JEC Kemayoran, Jakarta. (defense-studies.blogspot.com)Sistem peluncur roket multilaras Avibras Astros II yang memperkuat TNI AD dipamerkan di ajang pameran produk pertahanan Indo Defence 2012 di JEC Kemayoran, Jakarta. (defense-studies.blogspot.com)

Salah satu senjata terbaru unggulan TNI AD selain tank canggih Leopard 2 adalah sistem peluncuran roket massal Astros II (Artillery Saturation Rocket System). Senjata kategori MLRS (multiple launch rocket system) ini berasal dari Brazil. Berarti makin banyak senjata asal Negeri Samba ini yang memperkuat TNI setelah pesawat tempur taktis antigerilya Super Tucano yang sudah mulai bergabung dengan TNI AU.

Seperti diungkapkan oleh Army-Technology.com, Astros mulai dikembangkan Avibras Aerospacial SA yang bermarkas di Sao Paulo, Brazil di tahun 1980-an, dengan pelanggan pertamanya AD Brazil sendiri dan Arab Saudi. Di awal 200-an AD Malaysia pun menyatakan minat dan lantas membelinya. Biacara soal kemampuan, sistem peluncur roket berlaras banyak ini sudah membuktikannya saat Perang Teluk I tahun 1991 di mana AD Arab Saudi yang berperan menggotongnya ke medan perang untuk menghadapi pasukan Irak.

Sistem peluncuran Astros II ini dibopong oleh truk segala medan AV-VBA berpenggerak 6×6, yang dibuat Tectran Engenharia, salah satu anak perusahaan Avibras di Sao Jose dos Campos, Brazil. Truk ini bisa dipacu hingga kecepatan 90km/jam dan ditenagai mesin disel Mercedes-Benz 280 tenaga kuda. Setiap satuan peluncur akan terdiri atas unit peluncur roket AV-LMU yang bisa melepaskan lima jenis roket dengan kaliber berbeda, unit pembawa roket AV-RMD untuk pemasokan ulang yang bisa membawa dua set modul roket siap tembak serta unit komando peluncuran AV-VCC yang mengoordinasikan operasi penembakan. Satuan ini juga dilengkapi unit perawatan serta unit kendali tambahan AV-UCF untuk koordinasi operasi dengan radar dan komputer.

Astros II juga bisa dioperasikan sebagai sistem pertahanan pantai dengan menambahkan unit kendali AV-CBO yang khusus untuk kebutuhan itu. Satu satuan atau baterai peluncuran biasanya terdiri atas enam unit peluncur AV-LMU, enam unit pemasok amunisi AV-RMD dan satu unit komando AV-UCF. Kendaraan komando dan kendali serta dua kendaraan perawatan atau bengkel lapangan biasanya akan ditempatkan di markas satuan.

Lantas roket apa saja yang bisa ditembakkan dari sistem peluncur itu? Avibras menyediakan sejumlah varian yaitu :
– Roket SS-30, kaliber 127mm, bisa dimuat hingga 32 buah per peluncur dan berdaya jangkau 9-30km.
– Roket SS-40, kaliber 180mm, bisa dimuat hingga 16 buah per peluncur dan berdaya jangkau 15-35km
– Roket SS-60/SS-80, kaliber 300mm, bisa dimuat empat buah per peluncur dan berdaya jangkau 20-80km

Avibras juga tengah mengembangkan rudal taktis yang bisa diluncurkan dari Astros II ini yaitu rudal Astros TM yang bisa menjangkau hingga 300km dan bisa dipasangi segala jenis hulu ledak.

Video Peragaan Penembakan Roket Astros II di Brazil:

Editor: | dalam: Peristiwa |

Berita Terkait

Iklan Cespleng
Menarik Juga ยป