Sendang Sumur Bandung di Lalung, Karanganyar. (Foto: Dokumentasi)
Senin, 5 November 2012 22:00 WIB Kurniawan/JIBI/SOLOPOS Karanganyar Share :

GAGAL NIKAHI HANTU
Masyarakat Diminta Tak Hanyut Kisah Irasional

Sendang Sumur Bandung di Lalung, Karanganyar. (Foto: Dokumentasi)

KARANGANYAR—Sosiolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang juga tokoh masyarakat Colomadu, Karanganyar, Mahendra, mendesak ada penjelasan gamblang dari sudut pandang agama perihal fenomena kisah cinta Suprapto, 27, pemuda asal Suruhkalang, Jaten, dengan perempuan misterius bernama Sri Wahyuningsih.

Tujuannya supaya masyarakat tidak terhanyut pada cerita-cerita irasional berbau mistis. Pendapat itu disampaikan Mahendra saat dimintai tanggapan Solopos.com, Senin (5/11/2012). “Menyimak cerita ini, kesan saya kok jadi ngombro-ombro, sangat tidak jelas. Tokoh agama harus segera menyikapi sebaik mungkin,” katanya.

Selain itu Mahendra mengimbau masyarakat tidak percaya tahayul dan cerita-cerita yang tidak jelas kebenarannya. Dia menilai cerita tersebut bisa saja sengaja dibuat-buat sejak awal untuk suatu tujuan tertentu. Poin-poin ganjil dalam kisah cinta Suprapto dan Sri adalah tidak adanya keluarga, kerabat, tetangga dan teman Suprapto yang pernah bertemu Sri.

Padahal rentang waktu pacaran Suprapto dan Sri cukup lama, satu tahun. Poin ganjil lainnya adalah cerita dimana Suprapto dan Sri belanja ke Beteng Trade Center (BTC) Solo.

Selain itu juga ihwal komunikasi antara ibunda Suprapto yakni Yatiyem dengan perempuan yang mengaku bernama Sri Wahyuningsih via telepon seluler (ponsel).

Selain tokoh agama, Mahendra menilai perlu analisa psikolog dalam kasus tersebut. Baru bila sudah ada kejelasan analisan tokoh agama dan psikolog, polisi bisa menindaklanjutinya. “Kok ceritanya bisa sampai sejauh itu? Saya belum pernah jumpai cerita seperti itu. Kok lucu sekali. Kisah ini perlu pengamatan dan penyelidikan lebih lanjut,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Jaten, AKP Suryanto menjelaskan pihaknya memang melakukan penyelidikan terhadap kisah hubungan Suprapto dan Sri.

Penyelidikan merupakan proses awal mencari alat bukti yang kuat untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pelanggaran pidana.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…