BENCANA ALAM
Angin Ribut Mengamuk, Ratusan Rumah Rusak, 1 Roboh

Sebuh rumah yang roboh akibat angin ribut yang melanda kawasan Kecamatan Prambanan dan Manisrenggo, Klaten yakni milik Sunarti, warga Dukuh Tegal Ngasem, Desa Nangsri, Manisrenggo, Kamis (1/11/2012). Ratusan rumah lainnya mengalami kerusakan akibat bencana alam itu. (JIBI/SOLOPOS/Arief Setiadi)Sebuh rumah yang roboh akibat angin ribut yang melanda kawasan Kecamatan Prambanan dan Manisrenggo, Klaten yakni milik Sunarti, warga Dukuh Tegal Ngasem, Desa Nangsri, Manisrenggo, Kamis (1/11/2012). Ratusan rumah lainnya mengalami kerusakan akibat bencana alam itu. (JIBI/SOLOPOS/Arief Setiadi)

KLATEN – Angin ribut menyapu Kecamatan Prambanan dan Kecamatan Manisrenggo, Kamis (1/11/2012) sore. Dalam kejadian tersebut, setidaknya satu rumah warga semi permanen di Desa Nangsri, Manisrenggo roboh, serta ratusan rumah di dua kecamatan tersebut rusak, sedangkan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Keterangan yang dihimpun Solopos.com di lokasi kejadian, menyebutkan hujan deras disertai angin kencang mulai dirasakan warga di dua kecamatan tersebut pada pukul 15.00 WIB. Ketika itu hujan disertai angin kencang terjadi sekitar 40 menit dan langsung memporak-porandakan Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan dan Desa Nangsri, Kecamatan Manisrenggo.

Kepala Desa Nangsri, Sumardjo, menyebutkan akibat terjangan angin kencang tersebut 26 rumah warga Desa Nangsri rusak parah, yakni atap rumah tersapu angin, tembok-tembok rumah retak akibat tertimpa pepohohonan tumbang. Bahkan ada satu rumah yang rubuh yakni milik Sunarti, warga Dukuh Tegal Ngasem, Desa Nangsri. Meskipun demikian Sumardjo mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun menurutnya kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Dirinya mengatakan telah melaporkan kejadian tersebut ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, untuk meminta bantuan material terkait bencana angin ribut itu. “Saya sudah laporkan ke BPBD, semoga cepat ada tindak lanjut,” ujarnya kepada Solopos.com.

Warga yang rumahnya rubuh, Sunarti, menyebutkan disaat hujan deras disertai angin tersebut dirinya sedang tidak berada di dalam rumah. Dirinya saat itu sedang berada di rumah saudaranya yang letaknya berjajar dengan rumahnya yang telah rata dengan tanah. Menurutnya ketika rumahnya rubuh hanya ada hewan ternak yang didalam. Namun ternak tersebut dapat diselamatkan seusai hujan reda. “Kejadianya itu hujan sangat deras sekali, suaranya seperti helikopter yang sangat bising, tau-tau rumah saya sudah ambruk, bahkan suara ambruknya rumah tidak begitu terdengar,” kata Sunarti.

Sementara itu, data yang didapatkan dari Kepala Desa Kebondalem lor, Didik Purwadi, menyebutkan setidaknya tujuh rumah dan tiga kandang sapi rusak parah. Selain itu ratusan rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Dirinya menuturkan akibat kejadian tersebut, kerugian yang ditimbulkan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. “Dari pengelihatan saya, angin itu berasal dari arah timur laut dan barat daya. Dari dua arah tersebut angin bertemu di daerah kami, sehingga banyak pohon yang tumbang menimpa rumah dan menimpa kabel listrik. Sehingga aliran listrik mati,” ujarnya.

Sampai berita ini ditulis, para warga di dua Kecamatan tersebut masih bergotongroyong untuk menyingkirkan pohon yang menimpa rumah mereka. Aliran listrik di dua desa tersebut juga masih padam.

Editor: | dalam: Klaten |
Menarik Juga »