Rabu, 31 Oktober 2012 13:42 WIB Kurniawan/JIBI/SOLOPOS Karanganyar Share :

Pendemo Bela Rina Diduga Massa Bayaran

KARANGANYAR — Kelompok massa pendukung Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR, yang berunjuk rasa di Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Selasa (30/10/2012) lalu, diduga massa bayaran.

Informasi itu diperoleh dari salah seorang tokoh masyarakat Karanganyar kota yang tidak mau disebut namanya, Rabu (31/10/2012). “Kemarin sore ada empat petani mampir ke rumah saya. Mereka cerita secara tiba-tiba diminta datang ke kantor, tanda tangan dalam buku hadir lalu disuruh demo. Setelah itu mereka dapat amplop,” katanya.

Sesampai di rumah, sumber Solopos.com melanjutkan, para petani itu membuka amplop. Setelah diperiksa ternyata isi amplop berupa uang senilai Rp25.000. Hanya saja tidak diketahui pasti siapa pemberi amplop dan tujuannya menggerakkan massa. Selain mendapat amplop, lucunya keempat petani tersebut tidak tahu persis maksud aksi demo yang mereka lakukan.

Informasi hampir sama juga diperoleh dari salah seorang pengunjuk rasa. Kepala dusun (kadus) di salah satu wilayah di kawasan 4J (Jumapolo, Jumantono, Jatipuro dan Jatiyoso) mengaku ikut unjuk rasa Kejari atas perintah kepala desa (kades).

“Kami perangkat desa hanya diminta pak kades untuk ikut acara ini. Tapi pak kades malah tidak ikut. Pak kades dapat mandat dari pak camat,” akunya lugu.

Kadus tersebut juga mengaku tidak tahu perihal esensi dan tujuan aksi unjuk rasa yang dia ikuti.

Berdasar pengamatan, unjuk rasa Selasa siang diikuti para petani, guru, perangkat desa dan pegawai negeri sipil (PNS).

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…