Harga Hewan Kurban Merangkak Naik

Ratusan sapi ditawarkan di pasar hewan Jatinom, Klaten, akhir pekan pekan kemarin. (Iskandar/JIBI/SOLOPOS) Ratusan sapi ditawarkan di pasar hewan Jatinom, Klaten, akhir pekan pekan kemarin. (Iskandar/JIBI/SOLOPOS)

KLATEN--Meski perayaan Hari Raya Idul Adha masih beberapa pekan lagi, harga hewan kurban seperti sapi dan kambing di Klaten sudah merangkak naik. Kenaikan harga kedua hewan itu telah berlangsung sejak dua pekan lalu.

“Seperti biasanya, mendekati hari raya Idul Adha, harga hewan-hewan kurban seperti sapi dan kambing naik. Harga sapi rata-rata naik Rp1 juta hingga Rp1,2 juta per ekor,” ujar salah seorang pedagang sapi di Pasar Hewan Jatinom, Klaten, Suyoto, 56, warga Dukuh Ketitang, Desa Sorogaten, Kecamatan Tulung, Klaten, akhir pekan kemarin.

Dia mencontohkan saat ini harga sapi jenis Jawa usia dua tahun mencapai Rp7 juta per ekor. Sebelumnya atau dua pekan lalu harganya Rp6 juta per ekor. Sedangkan untuk harga sapi jenis Limosin usia dua tahun sebelumnya Rp9,2 juta per ekor kini sudah mencapai Rp10,4 juta per ekor.

Menurut dia kenaikan harga sapi diperkirakan akibat banyaknya permintaan masyarakat. Dia memredikisi harga sapi akan naik lagi sepekan sebelum Hari Raya Idul Adha. Sementara dibanding tahun lalu harga hewan kurban sapi lebih tinggi tahun ini. Dia memperkirakan hal itu terjadi menyusul ditutupnya kran impor daging sapi dari luar negeri.

Pada bagian lain kenaikan harga juga terjadi pada hewan kurban jenis kambing Bligon. Rata-rata kenaikan harga kambing tersebut mencapai Rp50.000 hingga Rp100.000 per ekor. Salah seorang pedagang kambing, asal Bono, Kecamatan Tulung, Klaten, Wiyono, 60, mengatakan harga kambing pejantan jenis Bligon naik sejak dua pekan lalu. Dia menjelaskan semula harga kambing Bligon Rp1 juta per ekor, kini sudah mencapai Rp1,2 juta per ekor.

Editor: | dalam: Klaten |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »