Direktur Jenderal Bea dan Cukai Agung Kuswandono (kiri) saat memantau hasil penggagalan usaha memasukan buah-buahan dari China di Pelabuhan Tanjung, Priok, Selasa(4/9/2012). (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis Indonesia) Direktur Jenderal Bea dan Cukai Agung Kuswandono (kiri) saat memantau hasil penggagalan usaha memasukan buah-buahan dari China di Pelabuhan Tanjung, Priok, Selasa(4/9/2012). (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis Indonesia)
Jumat, 28 September 2012 10:50 WIB JIBI/Bisnis Indonesia Peristiwa Share :

PENERIMAAN CPNS BEA CUKAI
Tersedia 6.000 Lowongan!


Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Agung Kuswandono (kiri) saat memantau hasil penggagalan usaha memasukan buah-buahan dari China di Pelabuhan Tanjung, Priok, Selasa(4/9/2012). (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis Indonesia)

JAKARTA--Para pemburu kesempatan kerja kembali mendapat kesempatan meraih peluang. Kali ini, kesempatan kerja tersedia di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Tak tanggung-tanggung, Bea Cukai membutuhkan 6.000 pegawai baru untuk proyeksi 2-3 tahun ke depan.

Direktur Jenderal Bea Cukai Agung Kuswandono mengatakan kebutuhan pegawai itu untuk posisi analis komputer, frontliner, ahli forensik, penanganan dan pelayanan cukai, serta petugas administrasi internal.

“Jadi tahun ini baru dapat 760, tahun 2013 kira-kira akan dapat sekitar 2000-an. Nanti tahun 2014 sekitar 3000-an,” ungkap Agung selepas Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR, Rabu (26/9/2012).

Agung mengungkapkan proyeksi tersebut merupakan road map ulang dari proyeksi sebelumnya yang sampai tahun 2017.

“Sebetulnya gini, hitungan kami yang awal itu sampai 2017. [Ternyata] kita perlu segera, makanya sudah kita road map ulang,” ujarnya.

Agung menjelaskan dalam 2-3 tahun ke depan pihaknya akan mengadakan evaluasi. “Tinggal dilihat. Tambah pegawai atau sarana-prasarana atau memperbaiki organisasinya. Semua itu kita tinjau ulang,” jelasnya.

Sebelumnya, Agung mengatakan proyeksi sampai 2017 Ditjen Bea Cukai membutuhkan 15.000 pegawai.

lowongan kerja
lowongan kerja SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…