Para pemain dan sutradara film Misteri Pasar Kaget berfoto bersama seusai pemutaran perdana film tersebut di Bioskop 21, Plaza Ambarrukmo, Jogja, Rabu (26/9).(JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S) Para pemain dan sutradara film Misteri Pasar Kaget berfoto bersama seusai pemutaran perdana film tersebut di Bioskop 21, Plaza Ambarrukmo, Jogja, Rabu (26/9).(JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S)
Rabu, 26 September 2012 15:00 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Issue Share :

FILM HOROR
"Misteri Pasar Kaget" Angkat Cerita Masyarakat Jogja

Para pemain dan sutradara film Misteri Pasar Kaget berfoto bersama seusai pemutaran perdana film tersebut di Bioskop 21, Plaza Ambarrukmo, Jogja, Rabu (26/9).(JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S)

JOGJA–Film horor berjudul Misteri Pasar Kaget diputar perdana, Rabu (26/9) di bioskop 21 Plaza Ambarrukmo, Jogja. Film itu mengangkat kisah yang berkembang di tengah masyarakat Kauman, Pleret, Bantul.

Berlatar kehidupan masyarakat tradisional di kawasan pedesaan di Jogja, film ini diilhami kisah para penduduk sekitar tentang keberadaan dua siluman dan pasar misterius. Kisah itu diangkat kembali oleh Wimbadi JP, sutradara sekaligus penulis naskah film Misteri Pasar Kaget ini.

“Kisah ini diambil di daerah Kauman, Pleret. Kisah ini terjadi di sana. Bahkan saksi matanya, dari Kadus, tukang becak sampai tukang baksonya masih hidup. Kebetulan saksi hidupnya tetangga saya, karena saya juga asli Jogja,” ujar Wim, saat ditemui seusai acara nonton bareng Misteri Pasar Kaget.

Berdasarkan cerita dari tetangga dan beberapa saksi mata yang mengalami kejadian tersebut, Wim merangkainya menjadi cerita misteri. “Kejadiannya memang sudah lama, mengambil setting tahun 1970-an,” ungkapnya.

Film ini didukung sejumlah artis ternama seperti Roy Marten, Erly Ashyla, Baron Hermanto, Yatie Surachman, Permata Sari Harahap dan Polo Srimulat. Beberapa seniman Jogja pun turut tampil dalam film ini.(ali)

lowongan kerja
lowongan kerja PT. BPR DANAMAS PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…