KECELAKAAN MAUT
Jatuh Saat Menyalip, Ismi Tewas Tergilas Truk Tronton

Sepeda motor yang dinaiki Ismi Rahmawati, 19, terlihat rusak berat akibat kecelakaan jalan raya Solo-Purwodadi, tepatnya di wilayah Jetis Karangpung, Kalijambe, Sragen, Senin (24/9/2012). (JIBI/SOLOPOS/Ivan Andi Muhtarom)Sepeda motor yang dinaiki Ismi Rahmawati, 19, terlihat rusak berat akibat kecelakaan jalan raya Solo-Purwodadi, tepatnya di wilayah Jetis Karangpung, Kalijambe, Sragen, Senin (24/9/2012). (JIBI/SOLOPOS/Ivan Andi Muhtarom)

SRAGEN – Kecelakaan maut yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor terjadi Senin (24/9/2012) di Jl Solo-Purwodadi, atau tepatnya di sebelah barat Makam Padasan, Jetis Karangpung, Kalijambe, Sragen. Korban tewas adalah Ismi Rahmawati, 19, warga RT 013, Dukuh Salam, Desa Saren, Kecamatan Kalijambe.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Solopos.com, korban saat kejadian tengah mengendarai sepeda motor Honda Supra X berpelat nomor AD 3185 FY dan berusaha mendahului pengendara lain di depannya dari arah selatan. Namun saat menyalip dia menyenggol sepeda motor yang ingin ia dahului. Ismi pun akhirnya oleng ke kanan dan menabrak bak truk pasir berplat nomor H 1842 EY yang berjalan dari arah utara. Korban pun jatuh bersama sepeda motornya. Malang, di belakang truk pasir itu melaju sebuah truk tronton berplat nomor K 1886 EB yang kemudian menggilas tubuh korban. Korban meninggal di tempat.

Saksi mata kejadian, Tawab, 30, ketika ditemui Solopos.com mengatakan awalnya ia tak tahu tabrakan pertama. Tetapi ia melihat truk tronton yang menggilas tubuh korban. Supir truk pengangkut pasir, Pri, menjelaskan korban melaju dengan kecepatan tinggi dari selatan sehingga ia tak dapat menghindar. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUI YAKSSI, Gemolong.

Penjaga kamar mayat RSUI YAKSSI Sulur, 34, mengatakan korban akan divisum oleh dokter lalu dimandikan, dikafani dan dimasukkan peti karena luka yang parah disekujur tubuhnya, terutama di bagian perut. “Kami menuruti permintaan keluarga untuk mengurus jenazah korban. Nanti korban akan segera dipulangkan ke rumah untuk dimakamkan,” ujar Sulur.

Sementara itu, Sekdes Saren, Khuzaini, mengungkapkan dirinya mendapat informasi dari personel Koramil Kalijambe. Untuk memastikan, ia kemudian menuju lokasi kejadian. Ia sempat menenangkan ayah korban, Mulyono, yang tak kuat menerima kenyataan anak ketiganya menghembuskan nafas terakhir secara mendadak. “Tadi ayahnya cuma sampai sini [depan kamar mayat RSUI YAKKSI]. Ia enggak kuat melihat kondisi jenazah putrinya. Lalu saya minta pulang diantar mobil tetangga,” kata Khuzaini.

Editor: | dalam: Sragen |
Menarik Juga »