Polisi bersiap melakukan peledakan bahan berbahaya yang ditemukan di rumah terduga teroris, Chomaidi di Griyan, Pajang, Laweyan, Solo, Sabtu (22/9/2012). Peledakan terpaksa dilakukan karena rangkaian bahan peledak yang ada dinilai sulit dijinakkan. (JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto)
Sabtu, 22 September 2012 21:01 WIB Muhammad Khamdi/JIBI/SOLOPOS Hukum Share :

TERORISME DI SOLO
Bom Meledak, Pengunjung Solo Square Berhamburan Keluar


Polisi bersiap melakukan peledakan bahan berbahaya yang ditemukan di rumah terduga teroris, Chomaidi di Griyan, Pajang, Laweyan, Solo, Sabtu (22/9/2012). Peledakan terpaksa dilakukan karena rangkaian bahan peledak yang ada dinilai sulit dijinakkan. (JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto)

SOLO – Penggerebekan rumah terduga teroris di Griyan, Pajang, Laweyan, sempat membuat para pengunjung pusat perbelanjaan Solo Square panik dan berhamburan keluar. Pasalnya, saat menggeledah rumah terduga teroris di kampung di belakang mal itu, ditemukan sejumlah bahan peledak dan rangkaian bom rakitan.

Informasi di lapangan menyebutkan, bersamaan dengan penangkapan Chomaidi alias Medi, 43, warga Jl Lempuyang RT 2A, Griyan RT 007/RW 010, Pajang, tim Gegana Polda Jawa Tengah menemukan beberapa jenis bahan peledak di rumah Medi antara lain pupuk urea, potasium, 18 buah potongan paralon yang mana 6 buah diantaranya paralon berisi serbuk siap ledak, bubuk belerang, asam sulfat, asam sulfur, lima bom cair, tas plastik berisi bubuk mesiu dan lainnya.

Dari temuan bahan peledak, tim terpaksa meledakkan empat bom rakitan atau menggunakan teknik controlled explosion. Langkah itu diambil petugas lantaran bom tak bisa dijinakkan dan dapat membahayakan orang lain. Secara berurutan, ledakan terjadi pukul 11.30 WIB, 11.45 WIB, 12.45 WIB, 13.15 WIB. Dari keempat ledakan, bunyi ledakan terbesar pada ledakan terakhir yang mencapai radius dua kilometer.

Ledakan bom membuat karyawan Solo Square berhamburan keluar. “Ledakan itu cukup keras. Kami semua kaget dikira ada bom di sekitar mall. Pelanggan kami yang sedang potong rambut terpaksa kabur mendengar ledakan itu. Padahal potongan rambut belum sempurna (masih separuh), entah dia balik lagi atau gimana, yang penting kami bisa menyelamatkan diri,” tutur salah satu pegawai salon di Solo Square, Tina.

Tidak hanya membuat warga kaget, ledakan itu menyebabkan rumah induk milik Chomaidi hancur, sementara rumah tetangganya mengalami rusak dan kaca pecah. Bangunan yang terkena ledakan yakni milik Trini, Sigit dan Kadarno dan musholla. “Saya tidak menyangka jika Medi menyimpan bahan peledak yang membahayakan itu. Padahal dia aktif dalam kegiatan RT di kampung,” ungkap Ketua RT 007, Griyan, Kelurahan Pajang, Eka Herwin Dana, saat ditemui wartawan, di lokasi.

Menurut Herwin, rumah warga yang terkena rusak akan didata untuk mendapat ganti rugi dari kepolisian. “Semua rumah warga yang rusak didata, bangunan yang rusak dilaporkan pada Polsek Laweyan. Kami berupaya mengganti rugi,” ujar Kasubag Humas Polresta Solo, AKP Sis Raniwati, di lokasi.

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…