Pengiriman Surat Via Pos di Solo Terus Turun

Jumat, 21/9/2012
Kepala PT Pos Indonesia Cabang Solo, Achmad Chairul Hadi (kanan) menyerahkan hadiah secara simbolis kepada Isbandi di kantor pos tersebut, Jumat (21/9/2012). (Agoes Rudianto/JIBI/SOLOPOS)Kepala PT Pos Indonesia Cabang Solo, Achmad Chairul Hadi (kanan) menyerahkan hadiah secara simbolis kepada Isbandi di kantor pos tersebut, Jumat (21/9/2012). (Agoes Rudianto/JIBI/SOLOPOS)

SOLO -— Pengguna jasa pengiriman surat via pos terus mengalami penurunan. Dari data yang diperoleh Solopos.com dari PT Pos Indonesia Cabang Solo, Januari-September tahun ini jumlah surat kilat khusus yang dikirim via pos berkisar 200.249 pucuk surat. Nilainya mencapai Rp1,7 juta.

Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, pencapaian ini turun kisaran 10%-12%. Januari-September 2011 masih ada 228.779 pucuk surat yang dikirim via pos dan nilainya bisa mencapai Rp1,9 juta. Penurunan angka pengguna jasa kilat khusus terjadi karena ada pengalihan layanan kiriman paket ke paket kiriman ekspress.

Manajemen PT Pos Indonesia terus berupaya agar pengguna jasa pos terutama untuk pengiriman surat dan paket ini terus meningkat. Salah satunya melalui program Gebyar Undian Pos Indonesia. Kepala PT Pos Indonesia Cabang Solo, Achmad Chairul Hadi menyampaikan program ini memang khusus digelar untuk mendongkrak minat masyarakat memanfaatkan jasa pos terutama untuk pengiriman surat dan paket. Program ini juga memberikan apresiasi kepada pelanggan yang setia menggunakan layanan pos.

“Untuk surat, per hari kami bisa kirim rata-rata 1.300 surat. Sementara, untuk paket rata-rata 300 paket per hari,” kata Chairul, sapaannya, saat ditemui Solopos.com di sela-sela penyerahan hadiah program Gebyar Undian Pos Indonesia, di Kantor Pos Solo, Jumat (21/9/2012).

Gebyar Undian Pos Indonesia merupakan program nasional yang memberikan total hadiah senilai Rp1 miliar. Dari Solo, ada dua pelanggan yang beruntung mendapatkan hadiah masing-masing uang tunai Rp1 juta. Kedua pemenang tersebut adalah Yakkum, warga Kerten Solo dan Isbandi, warga Ngawi yang saat ini tinggal di Bromantakan III, Banjarsari.

Isbandi mengatakan dia masih rutin mengirim surat menyurat melalui via pos. “Hampir setiap bulan saya mengirim surat-surat dokumen organisasi melalui kantor pos. Selain tarif pengirimannya lebih murah, jangkauan kantor pos luas sampai ke daerah-daerah,” kata Isbandi.

Chairul melanjutkan, pelanggan PT Pos Indonesia yang berkirim surat atau paket melalui PT Pos akan secara otomatis diikutsertakan dalam program tersebut.